Thursday, August 20, 2009

KISAH SI RABBIT

(Mengenang si Robby)

just wanna share a story...

Awalnya hewan mungil bertelinga panjang itu tiba di rumahku pada hari ketiga (atau kedua?) lebaran Idul Fitri th. 2008 lalu. Jumlahnya sepasang. Yang satu berwarna putih bersih (Ribby) dan satunya lagi coklat (Robby). Keduanya masih anak-anak. Adikku memberi nama mereka berdasarkan warnanya. Setelah berbulan kemudian kami baru tahu bahwa ternyata Robby-lah yang betina.



Karena tidak ada persiapan, kedua kelinci hadiah famili itu ditempatkan di kandang darurat. Adikku pun dapat rutinitas baru, mencari makanannya, kangkung (sama seperti tuannya yang suka kangkung). Belum seminggu sejak kedatangan mereka, masih dalam suasana lebaran, si Ribby raib! No one at home. Hanya saja ketika kami pulang tinggal yang coklat di kandangnya y terbuka. Aneh, kalau dimangsa binatang pasti ada bekas yang lebih nyata. Entahlah...

Lama berselang. Robby sudah mulai remaja. Kandangnya pun sudah permanen, sengaja dibuatkan. Kami berinisiatif mencari teman untuknya. Akhirnya dapat yang persis Ribby dulu, putih bersih. Hanya saja yang ini sedikit lebih muda. Ikut senang melihat Robby yang jadi bersemangat lagi..

Namun ternyata tidak berlangsung lama. Beberapa waktu kemudian Ribby II sakit yang berujung kematiannya. Tak tahu sebabnya. Robby pun kembali sendiri.

Keadaan seperti ini berlangsung lama. Si kelinci pun seperti menikmati kesendiriannya. Sering kami melepasnya di pagi hari, agar tidak stress, dan dikandangkan lagi sorenya. Tak tahu dari mana datangnya anjing-anjing yang menganggap hewan mungil itu santapan lezatnya. Robby pun dikejar-kejar. Meski sudah dewasa, lincah, dan pandai bersembunyi, kami kembali mengandangkannya agar tidak menjadi mangsa.

Hingga suatu pagi, ayahku yang baru pulang dari shalat subuh mendapati hewan sejenis sedang bermain-main di tanah sekitar kandang. Ayahku mengenali kelinci itu milik tetangga di kampung sebelah. Segera ayahku melepaskan si Robby. Sejak itu mereka berdua hidup bahagia sampai beberapa hari yang lalu..

Tentang pendatang baru itu, setelah dikonfirmasi memang benar milik tetangga yang dimaksud. Berwarna abu-abu tanah, jantan. Kami beri nama Ribby III. Menurut pemiliknya, Ribby memang sedang mencari pasangan. Karena di tempatnya tidak ada yang betina jadi ia berkelana hingga ke tempat kami. Subhanallah... Insting yang sangat hebat bukan? Dari mana ia tahu ada betina menunggunya dari jarak hampir satu kilo meter? Memang kuasa Allah...

Nah, mereka berdua pun berkenalan dan... sepertinya cocok. Si jantan itu tak lagi kembali ke asalnya, namun selalu mengekori betinanya. Mereka mulai membuat proyek membangun sarang dengan menggali-gali tanah. Persiapan bersalin mungkin. Karena sepertinya Robby hamil.

Karena baru sekitar sebulan di sini, Ribby belum begitu akrab. Tidak demikian dengan Robby yang hampir setahun bersama kami. Setiap kali pintu rumah terbuka ia akan melongokkan kepalanya, minta makanan. Beberapa hari sebelum kematiannya ia masuk ke rumah. Padahal sebelumnya tidak pernah. Aku yang memang dari dulu ingin mengambil gambarnya namun tidak kesampaian, karena HP-ku lebih sering terpakai untuk ngenet, jadi semakin ingin. Namun saat itu pun internetnya sedang aktif sehingga lagi-lagi tidak jadi...

Nah, Jum-Sab tgl 24-25 rumahku kosong karena adikku masuk rumah sakit. Otomatis tidak ada yang tahu keadaan Robby-Ribby, meski soal makanan mereka mandiri. Ketika pulang kami hanya mendapati Ribby sendiri. Awalnya tak khawatir, bisa saja Robby sedang berada di tempat persembunyiannya, yúp jambö. Tapi lama ia tak keluar. Hingga ada bisik-bisik tetangga yang mengatakan ia dimangsa anjing. Aku tidak ingin percaya namun sepertinya nyata...

Aku jadi kasihan melihat Ribby yang sepertinya putus asa, kehilangan pendamping, di tempat asing pula. Apa ia melihat betinanya dimangsa?

Kawan, ini merupakan kisah nyata tanpa rekayasa. Namanya pun tidak aku samarkan. Jadi, ada yang punya ide akan apa yang sebaiknya kulakukan terhadap Ribby? Atau ada yang tahu di mana aku bisa mendapatkan kelinci lagi?

Terima kasih sebelumnya.
bukan photo asli Robby sih, tapi mirip sangat...

No comments:

Post a Comment

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...