Thursday, August 20, 2009

MELIHAT SEKITAR

Friday, June 19 about 10.20 am

On the way to SSC...

Di tengah macetnya lalu lintas di jembatan Lamnyong,
seorang bapak setengah baya beserta bocah laki-laki (aku tidak tahu apakah itu anaknya atau bukan) mendorong sepeda butut mereka.
Keduanya berjalan kepayahan karena sepeda yang seharusnya mempermudah perjalanan 'ditunggangi' oleh beberapa batang pisang muda.
Matahari begitu terik. Hatiku trenyuh melihatnya.
Apalagi saat kulihat, ya Allah, mereka tidak memakai alas kaki.
Bisa kubayangkan bagaimana rasanya kaki telanjang mereka ketika menjejak aspal yang panas.
Pikiranku melayang ke ayahku, saat itu kusadari betapa beruntungnya aku...



Aku beruntung.
Setidaknya orang tuaku tidak harus berjalan telanjang kaki di atas aspal yang terbakar matahari...

Ternyata terlalu banyak orang yang lebih menderita di sekitar kita.
Ketika aku merasa tertekan dan terbeban dengan tugas juga masalah yang menimpa,
hingga terasa -jika dihiperbolakan- dunia seperti mau kiamat,
ternyata masih belum apa-apanya bila dibandingkan dengan penderitaan mereka.

Kurasa, sudah saatnya aku melihat sekitar,,, untuk menyadarkan betapa beruntungnya aku.
juga mengingatkan betapa selama ini aku kurang bersyukur atas nikmat-Nya...

No comments:

Post a Comment

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...