Thursday, June 2, 2011

ISTANA KEDUA (Surga yang tak Dirindukan)

Review lama yang saya tulis tentang Istana Kedua, novel karya Asma Nadia yang dicetak ulang dengan judul Surga yang tak Dirindukan

Judul    : Istana Kedua
Penulis: Asma Nadia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan II Oktober 2007
Tebal: 243 halaman

“Siapa dia, Bang?”
“Maksudmu?”
“Perempuan yang dengan bangga menyandang namamu di belakang namanya. Siapa dia?”


Sepenggal dialog dari tokoh yang diciptakan Arini, merepresentasikan kegalauan hatinya sendiri. Sementara si tokoh berani mengklarifikasi langsung hal tersebut kepada sang suami, Arini tidak memiliki keberanian itu. Mas Pras terlalu baik untuk menyakitinya.


Lelaki menikah lagi karena banyak alasan, kata teman-temannya. Tapi Arini belum bisa menemukan alasan apa yang membuat mas Pras-nya menyunting perempuan lain.


Di sisi lain, seorang perempuan hendak mengakiri kemalangan dengan berusaha mengundang malaikat maut untuk menjemput. Namun yang tiba adalah penyelamat. Mei Rose terpikat. Sayang, sang malaikat telah memiliki bidadari.


Sementara itu, Pras seorang yang setia. Tidak sekalipun ia berniat menduakan kekasih hatinya.


Sebuah novel guratan Asma Nadia. Menceritakan poligami dari sisi yang berbeda. Kisah sederhana yang mengurai bara dalam sekam rumah tangga karena poligami. Bagaimana perempuan (istri pertama) terluka dan sekaligus bahagia (istri kedua) dengan hal yang sama. Sebagaimana layaknya karya Asma Nadia lainnya, novel ini ditulis dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Cerita yang ditulis dari hati ini tidak bertujuan untuk menggugat poligami, yang memang telah dihalalkan Allah. Tetapi membacanya membuat kita dapat menyelami  efek dari sebuah perkara halal yang memiliki syarat paling berat -berlaku adil- ini. Bahwa perkara ini dapat membahayakan rumah tangga jika tidak disikapi sebijak mungkin.


Arini: “Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?”


Mei Rose: “Aku telah merampas sesuatu yang paling berharga dari hidupnya. Dan sangat wajar jika perempuan ini datang dengan segunung lahar api. Hm… koreksi, aku tidak merampas apa pun., aku hanya memaksanya berbagi.”


Mungkin, dongeng seorang perempuan harus mati, agar dongeng perempuan lain mendapatkan kehidupan.
Sumber foto: anadia.multiply.com
Khairatun Hisan
June 2 2011

1 comment:

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...