Tuesday, July 26, 2011

RENUNGAN DI SUATU SORE


Sore ini aku kembali duduk sendiri menghadap jendela. Menatap kosong ke dunia luar sana. Semua masih sama seperti kemarin. Tak ada yang berubah. 

Sekilas yang nampak dari tempatku duduk saat ini hanyalah sisi samping rumah tetangga: dinding rapuh yang terangkai dari pelepah rumbia dan papan serta atapnya yang terbuat dari seng dan anyaman daun rumbia. Di kejauhan sana menjulang puncak pohon mangga yang hampir dikuasai benalu dengan tinggi – berdasarkan perhitungan kasarku –  mencapai dua belasan meter. Ya… Itulah pemandangan jarak dekat yang disuguhkan oleh jendela berukuran 1 x 2 meter ini.

Di langit abu-abu sana, beberapa burung walet pencinta hujan terbang berkejar-kejaran. Mereka melayang ringan dan sesekali menukik tajam untuk kemudian melesat lagi. Girang mungkin. Karena mengira mendung yang telah pekat menggayuti langit akan segera melahirkan tetes-tetes hujan. Aku hanya tersenyum memerhatikan. Andai saja aku juga bisa terbang bebas dengan sayap sendiri. Ah, itu memang tidak mungkin. Bukan kuasa itu yang dianugerahkan kepada manusia, melainkan akal dengan kemampuan hebat.  Sehingga dapat menciptakan alat yang bisa menerbangkan dirinya. Satu kesadaran hadir di sore ini: manusia seringkali tidak puas dan itu membuat mereka sedikit sekali bersyukur.

MY EM DUA KA QI JOURNEY (PART II)


Assalamu’alaikum...

Selamat pagi, selamat menikmati hari, selamat mewujudkan mimpi serta selamat mensyukuri karunia Ilahi.. :)

Terima kasih sudah mampir dan menyempatkan diri mengunjungi dunia sunyi ini. (Maaf, agak berbasa-basi, sedang merangkai kata dalam imaji)

OK, thank you for being with me in the first part of my em dua ka qi journey. Let’s  continue our journey by Basmalah.

Setengah tahun setelah  MTQ Aceh Besar, tepatnya February 2011 saat aku sedang mengurus KRS di IAIN Ar-Raniry, my beloved mom phoned me. Ada surat panggilan TC, katanya. Aku santai saja. Toh, sebelumnya sudah dua kali ikut TC untuk provinsi tapi tak terpilih juga. Jadi tak terlalu berharap. Paling tidak, dana transportnya cukup untuk photo copy bahan kuliah, pikirku senang :)

Friday, July 22, 2011

RISALAH RASA

Namun bagaimana menyelami bahagia
saat yang lain mereguk duka?
Sebab hikayat bukanlah kata yang
tertera
Dan nyawa-nyawa tetap hadir
dan alpa
Mengecap dunia.

MY EM DUA KA QI JOURNEY (PART I)

“Khaira, bisa ikot MTQ tahun ini?”
“Wah... bidang apa, Bu?”
“Ada cabang baru...em dua ka qi...”
“Em dua ka qi? Apa itu?”
“Ibu juga kurang tau...”

Percakapan tersebut terjadi satu setengah tahun lalu. Bu Zahida, pengurus LPTQ kecamatan Indrapuri menghubungiku via handphone, menanyakan kesediaanku untuk kembali berpartisipasi mewakili Indrapuri pada MTQ kabupaten Aceh Besar. Kala itu, peserta untuk cabang lainnya sudah terjaring melalui MTQ tingkat kecamatan. Tinggal M2KQ yang masih kosong. 

Tuesday, July 19, 2011

PINTU SURGA TERBUKA DI PALESTINA


Judul            : The Gate of Heaven
Penulis         : R.h. Fitriadi
Penerbit       : Semesta (kelompok Pro-U Media)
Tebal           : 479 halaman

200 unit roket Al Qassam diluncurkan serentak menuju jantung kota Tel Aviv. Ledakannya membuyarkan keheningan subuh. Segera setelahnya, penduduk Israel merasakan ketakutan yang sama dengan yang dirasakan masyarakat Palestina sejak pertama kalinya Zionis merebut tanah Palestina. Yahudi Israel pun menjadi geram. Selama ini pihak HAMAS tidak pernah dapat mencapai jantung pemerintahan Israel. Namun serangan kali ini menyentak kesombongan mereka.

Monday, July 18, 2011

DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN

Judul          : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis       : Tere-Liye
Penerbit     : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal          : 256 halaman

Sebelum ini, saya sudah membaca buku Tere-Liye lainnnya yaitu Rembulan Tenggelam di Wajahmu dan Hafalan Shalat Delisa. Berbeda dengan dua novel tersebut yang menceritakan tentang makna kehidupan, Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin menyuguhkan cerita cinta tak sampai. Seorang remaja yang mencintai malaikat pelindungnya. Sebuah cinta yang sulit namun mungkin saja disatukan.

Tuesday, July 12, 2011

MIMPI, SUMBER ENERGI DAN INSPIRASI



Judul               : Sang Pemimpi
Penulis             : Andrea Hirata
Penerbit           : Bentang Pustaka (cetakan ke-19 Mei 2008)
Tebal               : 288 halaman

Mimpi. Kata berhuruf lima dan bersuku dua ini merupakan inti dari kehidupan masyarakat Melayu pedalaman. Yang membuat mereka masih bisa berdiri tegak menyongsong hari esok. Setidaknya inilah yang diungkapkan Arai, salah satu tokoh dalam buku ini. Arai yang merupakan sepupu jauh Ikal, tokoh utama, adalah sang pemimpi sejati. Tidak pernah ia merasa putus asa. Baginya, mimpi adalah satu-satunya hiburan dalam hidupnya yang sebatang kara. “Orang seperti kita tidak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi. Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati…” Itulah  kata-kata yang membuatnya selalu tegar hingga ia berhasil meraih mimpi yang menjadi sumber energi tersebut.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...