Friday, July 22, 2011

MY EM DUA KA QI JOURNEY (PART I)

“Khaira, bisa ikot MTQ tahun ini?”
“Wah... bidang apa, Bu?”
“Ada cabang baru...em dua ka qi...”
“Em dua ka qi? Apa itu?”
“Ibu juga kurang tau...”

Percakapan tersebut terjadi satu setengah tahun lalu. Bu Zahida, pengurus LPTQ kecamatan Indrapuri menghubungiku via handphone, menanyakan kesediaanku untuk kembali berpartisipasi mewakili Indrapuri pada MTQ kabupaten Aceh Besar. Kala itu, peserta untuk cabang lainnya sudah terjaring melalui MTQ tingkat kecamatan. Tinggal M2KQ yang masih kosong. 

Mengingat tidak punya skill apapun, aku semula yakin karierku di MTQ telah tamat seiring kelulusanku dari Aliyah. Selama itu pun, peran yang kupunya tidaklah besar. Dua kali menjadi penerjemah pada cabang Syarhil Qur’an (tahun 2004 di Jantho dan 2006 di Lubuk) serta sekali di bidang Fahmil Qur’an (tahun 2008 di Lhoknga). Berhubung batas usia bagi kedua cabang tersebut adalah 18 tahun, otamatis aku tidak lagi bisa berkarya di sana. Aku bukan hafidzah dan tidak bisa khat. So, it’s time for me to retire, I thought.

Then this miracle came… Alhamdulillah, Allah has set a way for me to be involved in this kind of haflah once again. Meski masih belum mengerti seperti apa M2KQ itu sebenarnya, aku mengiyakan saja tawaran dari pihak LPTQ. Lagi pula mereka tidak membebankan target yang sulit untukku: hanya mengisi kekosongan, coba aja. Baiklah, sahutku sok mantap ;)

For your info, if anyone of you doesn’t know, M2KQ stands for Musabaqah Menulis Kandungan Al Quran.  Semacam karya tulis ilmiah. Bedanya, yang menjadi acuan dalam tulisan adalah dalil-dalil dari Al Quran dan Hadits, yang kemudian dijabarkan dalam konteks karya tulis. Dalil berfungsi sebagai kerangka karangan. Hal ini membedakannya dengan karya tulis biasa yang terkadang hanya menuliskan nash Al Quran sebagai penyokong ide. 

Sebagai salah satu jenis karya ilmiah, tulisan M2KQ juga menggunakan tata cara penulisan karya ilmiah yang baik dan benar. Tidak seperti caraku menulis blog ini, tentunya :).  Bedanya lagi, no internet source or computer print out is allowed. All references must be the books or their copies. Oh, I almost forget, the most ‘amazing’ thing of doing this musabaqah is… all participants have to type their work in 8 hours by using MESIN TIK. It’s true, I’m not joking. We must use this kind of machine.

Ok, back to my story. Berbilang bulan setelah kabar tersebut, aku masih belum yakin akan benar-benar terlibat di MTQ kali ini. Tak ada persiapan apa pun. Setelah mengetahui tema yang diberikan, (tepatnya diberi tahu peserta M2KQ putra, Ismu Ridha), aku pun bingung mencari dalil Al Quran dan Hadits yang cocok untuk kugunakan dalam tulisanku. Thanks to Ust. Saifullah atas bantuan dalilnya. Syukran jaziilan, semoga Allah membalas kebaikan antum lebih dari kertas kosong yang tidak dapat tersampaikan, hehe…

Setelah bergerilya ke pustaka Beujroh di jalan Darma kp. Laksana, satu-satunya pustaka yang mengakuiku sebagai anggotanya, aku pun siap maju ke medan perang. Dengan isi kepala seadanya dan niat tulus mengharumkan nama kecamatan (ceile…) aku bertarung sekuat tenaga. Tidak. Sebenarnya aku berusaha dengan segenap daya upaya untuk mengangkat meja, kursi, mesin tik, dan buku-buku referensi pindah ke ruang M2KQ yang terlindung dari panas dan hujan. Aula terbuka yang semula kami jadikan tempat mengetik ternyata tidak sanggup melindungi kami dari tetesan air dan angin yang menerpa. Karenanya, jika ingin ikut M2KQ, ada baiknya mempersiapkan tenaga ekstra untuk urusan angkat-mengangkat alat berat itu.

Well, we were then at the save place. Aku mulai mengetik lagi setelah selingan olah raga dan parade meja. Suddenly another problem arose. Pita tinta mesin tik-ku putus! Ka paloe… gimana cara menyambungnya? Tak ada official yang tampak. Aku pun belum kenal lama dengan alat ini. Akhirnya, dengan sedikit ilmu pertukangan yang kupunya, aku membongkar si mesin dan mengikat paksa si pita pada rodanya. Bismillah, semoga berhasil. Alhamdulillah it worked. Ini membuktikan, sebagai peserta M2KQ, keahlian mengutak-atik mesin sangat dibutuhkan.

Aku bukan orang yang perfeksionis. Salah satunya dalam hal melakukan sesuatu. Contohnya, jika syarat panjang suatu tulisan adalah 10 hingga 15 halaman, maka aku akan memilih 10 atau kurang dari 15. Inilah yang kulakukan pada lembaran M2KQ-ku. Cukup 10 halaman. Pulang. Makan, kebetulan hanya sempat mengemut permen pemberian teman (TM Rizal Fahlufi dan officialnya Robby Syahyadi) selama 8 jam tersebut. Shalat. Baca buku cerita. Tidur.

Dari seluruh peserta, dipilih 12 orang yang terdiri dari enam putra dan enam putri untuk membuat tulisan sekali lagi di babak semifinal. Pengumumannya dilakukan esok malamnya di panggung utama. Nomor undianku pun terdengar dari rumah tempatku menginap. Senang tentu saja, tapi juga kalang kabut. Aku hanya mempersiapkan bahan untuk satu judul. Lagi-lagi, aku akhirnya merepotkan orang tua. Kutelpon ayah sekitar jam 00.30 dini hari, memohonnya untuk sudi kiranya mengantarkan beberapa buku tentang tulisan yang akan kubuat esoknya. “Get Neuk, ayah intat singoh beungoh,” ujarnya. Padahal aku tahu, ayah pasti harus repot-repot menghubungi para guru di sekolah mengabarkan keterlambatannya esok. Oh Dad, I love you sooo much…

Singkat cerita, semifinal berlangsung hampir sama dengan saat penyisihan, minus olah raga angkat berat dan demonstrasi keahlian pertukangan. Tulisanku pun tetap 10 halaman. Alhamdulillah, Allah memudahkan langkah hingga ke final. Waktunya mempertanggungjawabkan tulisan dengan presentasi. Para dewan hakim: Ust. Syukur, Ust. Thaib, Ust. Mulyadi, Ust. Fauzi, bertindak sebagai penguji. Ini juga kelemahanku. Tidak pandai merangkai bahasa lisan dan mempertahankan pendapat. I had done my best. Allah would do the rest.

Finally, it came to the night we had been waiting for. Malam penutupan sekaligus pengumuman. Alhamdulillah, thanks God, thanks dad, mom, brother, sisters, friends, and all of you who had supported me to do this. I won the first place! :) followed  by Kak Nabila Yasmin and Nur Isna. Sementara golongan putranya Bang Marthunis, TM Rizal, dan Ismu Ridha. From the six finalists, four of them are students of English Department of Ar-Raniry. Three of them are Oemar Diyan Alumnus. Aha! Te-em reminded me that two of the finalists are students of Accounting Department of Unsyiah (well Te, I've revised it ;)). I’m so proud to be involved in those three small groups... ^_^.

This is the first part of My Em Dua Ka Qi journey. There will be the next part soon. Thank you for reading! :) Leave a comment if you don’t mind.

6 comments:

  1. nyaaaaan ban.. ka mirip tukang.. perlu di tingkatkan ilmu pertukangannya, beh. kwkwkwkkw...
    M2KQ (mencoba meningkatkan kualitas pertuQangan)..HAHAHAHAAAA...
    tp btw, kereeeeeeeen, gw suka gaya loe..
    selamat bu, maju tros.. bek yoe yoe.
    love u..

    ReplyDelete
  2. fariedhatoer rahmie ^^July 22, 2011 at 1:35 PM

    yayaayaa.... that's u r, chaira.
    slaluuu jaa, hana pike that meudeh,tapi cedah.. :) peu yang na nyan keu nyan yg di tubit. asal dh siap udah.. but slalu brhasil.. gud luck 4ever sob..
    oia, pih sang kana tukang baro nyo,so hana payah tamita le yg ji-oh.kana bak bineh.. heee heeee
    wish u the best fren, love u ^^

    ReplyDelete
  3. julie cantik manis caem *boongJuly 24, 2011 at 9:19 AM

    hoho :D
    hayeu ya, modal nekat + pede sana dikit sini dikit, dapat piala yang teu gleng itu :D

    kalau diliat dari segi penulisannya (halaaah, seakan pande kali nulis si julik ne :D) bagus ee...:D (nampak lah ga ngerti nya,ha) mengalir lancar bagai air keran (lho?!)

    keep trying hanii :-*

    ReplyDelete
  4. Whehe... teman-temanku yang cantik dan manis, terima kasih ya atas dukungan kalian selama ini. kalian baek deh..

    Btw, kapan kemana kita jalan-jalan dan makan-makan?

    ReplyDelete
  5. wah,, ku jg mw iqut m2kq.. Ajari yah.!

    ReplyDelete
  6. teh contoh naskah m2kq siat heheh emka_bireuen@yahoo.co.id

    ReplyDelete

Thanks for stopping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...