Tuesday, July 19, 2011

PINTU SURGA TERBUKA DI PALESTINA


Judul            : The Gate of Heaven
Penulis         : R.h. Fitriadi
Penerbit       : Semesta (kelompok Pro-U Media)
Tebal           : 479 halaman

200 unit roket Al Qassam diluncurkan serentak menuju jantung kota Tel Aviv. Ledakannya membuyarkan keheningan subuh. Segera setelahnya, penduduk Israel merasakan ketakutan yang sama dengan yang dirasakan masyarakat Palestina sejak pertama kalinya Zionis merebut tanah Palestina. Yahudi Israel pun menjadi geram. Selama ini pihak HAMAS tidak pernah dapat mencapai jantung pemerintahan Israel. Namun serangan kali ini menyentak kesombongan mereka.


Tanpa menunggu lama, Israel pun merencanakan serangan balasan. Tak tanggung-tanggung, mereka mengerahkan ratusan pesawat tempur serta tank canggih ke wilayah udara dan darat Jalur Gaza. Batas tiga hari yang diberikan Israel untuk pengosongan Gaza tidaklah cukup untuk memindahkan seluruh penduduk ke sisi aman negara lain, batas tiga hari yang juga dimanfaatkan Israel untuk menyiapkan penyerangan yang juga menjadi parade kekuatan militer mereka. Bak air bah, penduduk kota Gaza berbondong-bondong mengungsi ke negara tetangga. Antrean panjang mengular di perbatasan. 

Di sisi lain, para  warga Palestina yang menjadi mata-mata Israel  berada pada dilema, membantu yahudi menghancurkan negara mereka dan berkhianat pada diri sendiri. Namun akhirnya, satu ungkapan cinta dari petinggi HAMAS mengembalikan jati diri mereka. Mengantisipasi akibat dari serangat roket mereka, pejuang HAMAS dan berbagai laskar jihad Palestina lainnya bersatu padu mempertahankan kota Gaza. Beragam strategi dan taktik disusun untuk menghancurkan kepongahan para yahudi laknatullah. Dengan izin Allah, taktik yang cemerlang lebih bernilai dari persenjataan dan prajurit yang dihinggapi kesombongan. Allah pun membuka pintu surga selebar-lebarnya bagi para mujahid yang datang kepada-Nya. Karena mereka tidaklah mati, melainkan hidup di sisi Tuhan-Nya.

Sebuah novel berlatarkan Palestina yang “benar-benar Palestina”. Semua setting tempat, waktu, nama tokoh dan budaya mengisahkan Palestina dari sisi sebenarnya. Bagaimana semangat juang para petinggi HAMAS seperti Perdana Menteri Ismail Haniyah, Panglima Abu Sulaiman, dokter bedah Fatah, dan beribu lainnya dalam mempertahankan negara yang hanya tinggal sebatas Jalur Gaza. Tidak hanya itu, berbagai strategi perang yang dipaparkan menjawab bagaimana HAMAS dengan persenjataan dan dana yang terbatas dapat menggentarkan para yahudi.

Membaca novel ini membuat saya lebih meresapi lagi makna jihad. Terutama jihad dalam arti yang sebenarnya, mempertahankan tanah air dari serangan musuh. Juga menyadarkan saya betapa besarnya ketergantungan Israel terhadap berbagai produk yang mereka kuasai. Sehingga, boikoi yang dilakukan umat muslim dunia begitu berdampak pada pendanaan mereka. Namun tetap saja, kelicikan zionis membuat mereka tetap dapat menekan dan membuat negara-negara maju mendukung aksi mereka.

Secara keseluruhan, novel ini begitu mudah dipahami. Meski banyak menyebutkan jenis-jenis senjata, bahan baku pembuatannya, serta istilah-istilah militer lainnya, penjelasan yang penulis utarakan dapat menghilangkan kebingungan pembaca. Setting waktu yang hanya beberapa hari, ditambah banyaknya tokoh serta plot cerita membuat novel ini tidak membosankan. Membacanya jadi serasa menonton sebuah filmyang menyajikan cerita patriotisme.

Intinya, ini merupakan sebuah novel yang sangat menggugah semangat jihad. Saya bangga Aceh memiliki penulis sehandal R.H. Fitriadi yang memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap Palestina.[]

No comments:

Post a Comment

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...