Wednesday, August 24, 2011

CERITA RAMADHAN HARI KE-24


Tak terasa, Ramadhan sudah hampir usai. Rasanya belum ada sedikitpun amal yang bisa dibanggakan. Semuanya masih morat-marit. Sangatlah besar harapan pada beberapa hari lagi yang tersisa. Semoga bisa tercapai apa yang telah kutargetkan di awal.

Hari ini, setelah beberapa kali sebelumnya ikut buka puasa bersama teman-teman, tiba waktunya untuk berkumpul bersama keluarga besar. Kakek dan nenek mengadakan buka puasa bersama anak cucu di kediaman mereka. Kami pun menjadi seksi konsumsi, alias masak-memasak.


Wow! Banyak sekali bahan makanan yang harus kami olah. 3 ekor ayam potong, 2 ekor ayam kampung, daging sapi, mie instant, ubi jalar, mentimun, dan lain-lain. Tugas pertamaku adalah mengupas ubi jalar yang telah direbus untuk kemudian dilumatkan, dicampur dengan parutan kelapa dan gula lalu digoreng dalam minyak panas setelah dicelupkan dalam adonan tepung beras. Yaaa… aku tak tahu apa nama makanan itu.

Karena tidak terlalu pandai mengolah daging, maka aku menolak bertanggung jawab atas daging sapi dan ayam. Daging sapi tersebut dimasak menjadi sup dan rendang. Sedangkan ayam kampung diolah menjadi kari Aceh dan ayam potongnya digoreng. Selesai bergelut dengan ubi, aku pun beralih ke minumannya: es timun dengan cincau dan kolang-kaling.

Acara berbuka puasa dihadiri seluruh anak dan cucu. Kecuali keluarga Bitcek yang sedang pra-jabatan di Bireuen. Namun demikian, acara berlangsung khidmat dan seru seperti biasa. Setelah membatalkan puasa, acara dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah di rumah dan saling bertukar kata. Sebagai cucu tertua, aku didaulat menjadi pembuka acara. Setelahnya baru giliran anak-anak nenek dan kakek mengucapkan sepatah kata. Kembali lagi ke kakek yang memberikan nasehat selaku orang tua, lalu ditutup oleh ayahku dengan bacaan doa.

Ada keharuan menyeruak sangat pertemuan ini berlangsung. Kata-kata tulus anak kepada orang tua yang dibalas dengan nasehat berharga membuatku beberapa kali tak kuasa menahan air mata. Sambil mengambil gambar, sesekali kubuka kacamata untuk membiarkan air itu turun dengan lancar. Yah, ibuku sempat speechless, tidak bisa mengungkapkan kata.

Shalat tarawih bersama mengakhiri acara buka puasa kali ini. Setelah melanjutkan makan dan minum, para anak dan cucu pun kembali pulang ke rumah masing-masing. Sepi kembali mendiami rumah sederhana yang sempat ramai tadi.

No comments:

Post a Comment

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...