Tuesday, August 2, 2011

THE STORY OF MEUGANG

Selamat hari meugang! (Nah, lho, apa itu?)

Masyarakat Aceh tentunya tidak ada yang tidak tahu apa itu meugang. Namun bagi orang luar Aceh, bisa jadi kata ini asing terdengar. Baiklah, meugang itu adalah hari makan daging sedunia! Hehehe... Nggak ding. Meugang adalah hari menjelang Ramadhan dan hari raya Islam yang ditandai dengan panennya para pedagang daging. Hampir seluruh masyarakat, kecuali mereka yang tidak mampu, membeli daging sapi atau kerbau untuk diolah menjadi masakan pada hari itu. Keadaan ini mungkin tidak dapat ditemukan di daerah lain. Seluruh tanah yang terhampar dapat disulap menjadi pasar daging dadakan. Baik di kebun, pinggir jalan, apalagi di pasar.

Foto di bawah ini menunjukkan bagaimana padatnya pasar daging ketika meugang.



Meugang merupakan suatu tradisi yang telah berlangsung cukup lama. Tidak dapat terbayangkan bagaimana Ramadhan atau hari raya tidak diawali dengan hari meugang di Aceh. Pada hari itu, para anak yang merantau kembali ke kampung halaman untuk menyantap daging masakan ibunda. Sedih sekali rasanya jika saat meugang masih berada di perantauan. Karena hakikatnya hari itu merupakan saat berkumpulnya keluarga. Bahkan orang yang kurang mampu pun berusaha untuk dapat membeli daging pada hari itu, yang notebene-nya dijual dengan harga yang lebih tinggi dari biasa.

Jika ingin tau bagaimana berartinya daging pada hari meugang, sila baca cerpen “Mak Meugang yang kuposting sebelumnya. Sekedar info, cerpen tersebut dimuat di Harian Aceh pada tahun 2007 silam, hehehehe.. Untuk artikel tentang meugang, sila juga klik link ini... Aceh Blogging: MEUGANG TRADISI MASYARAKAT ACEH MENYAMBUT PUASA DAN HARI RAYA

No comments:

Post a Comment

Thanks for stopping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...