Thursday, September 22, 2011

WHAT A TERRIFIC NIGHT IT WAS!

It wasn't a nightmare, it really happened.


Cuma sedang ingin berbagi cerita.


Apa yang terlintas di pikiran Anda jika tinggal di sebuah rumah yang berlokasi di sekitar areal persawahan? Udaranya sejuk, pemandangan yang memanjakan mata, angin sepoi-sepoi, dan sebagainya. Tepat sekali! Tapi pernahkah Anda terpikirkan akan dikunjungi makhluk-makhluk penunggu tanah basah tersebut?


Hehe... udah meyakinkan belum abstract-nya? Rencananya mau buat text jenis anecdote ni.. :P


Oke, semalam saya menginap di tempat kos saya di Darussalam. Jadi tengah malam tadi saat kedua teman sekamar saya sudah terlelap, saya sedang menonton Alien In the Attic. Tiba-tiba Lisra -salah seorang teman saya- tersentak dari tidur sambil mengibaskan selimutnya. Belum sempat saya bertanya ketika mata yang agak rabun ini menangkap bayangan sesosok makhluk yang meloncat ke kasur saya. Kontan saya juga meloncat dari kasur.

Kira-kira beginilah penampakannya:
Sumber Foto:
taqiyyahilyasak.blogspot.com


Seram kan? Termasuk ukuran dewasa untuk seekor lipan. 


Lisra dan saya kemudian melucuti seprei dan barang-barang yang ada di atas kasur demi mencari di mana penyusup tersebut bersembunyi. Kami geledah bantal, guling, selimut, dan kasur namun yang dicari tidak jua menampakkan batang hidungnya. Akhirnya kami menyerah. Lisra kembali menjemput mimpi sedangkan saya melanjutkan nonton.


Entah berapa lama saya tertidur ketika terbangun oleh teriakan Lisra, "Ulaaaaarr!!! Khaira, kakak, ada ulaarr!!!"


Dengan tingkat kesadaran yang belum maksimal mata saya kembali disuguhi adegan reptil tanpa kaki yang melata masuk ke kamar. Saya lebih shock dari sebelumnya. Memang selama saya ngekos di sini, bukan kali ini saya ada ular yang berkunjung ke kamar-kamar. Hanya saja ini berbeda. Jika yang biasanya bertandang adalah bayi ular yang mungkin ditinggal pergi induknya yang kawin lagi, kali ini yang mampir adalah ular remaja yang mungkin sedang mencari jati diri. (Tapi kenapa harus mencarinya ke kamar kami?)


Maka tanpa ragu saya dan kedua teman segera berhamburan ke luar kamar. Membuat sedikit kehebohan dan membangunkan ibu kos. Berdua dengan anaknya, ibu kos berjibaku mengenyahkan makhluk yang telah merusak kedamaian rumah kami. Terjadilah pertumpahan darah yang mengakibatkan tewasnya hewan melata yang -entah oleh siapa- diberi nama ular tersebut. Setelah jasadnya dilempar ke luar rumah, saya dan kedua teman meminta suaka ke kamar tetangga hingga pagi menjelang.


Sekarang saya sedang menulis kisah ini di rumah (orang tua) saya Indrapuri. Sepertinya belum akan kembali ke kosan dalam minggu ini.

4 comments:

  1. hmmm...pasti droen tinggai di daerah beurabong, tanjung selamat, ato di Limpok? hehehehe... tulisanmu ngalir gitu. enak di baca! salam kenal, khaira!

    ReplyDelete
  2. Option kedua karap beutoi, hehe..

    Terima kasih, salam kenal cit.. :)

    ReplyDelete
  3. itukan penampakan kelabang ya,,wah jangan ampe kegigit dech dgn tuh kelabang,,ohya darussalam itu di sob kah sob:) skalian izin follow ya,, please follow back

    ReplyDelete
  4. whee... namanya kelabang ya? dia bisa nyengat kan?
    Oke... makasih ya...:)

    ReplyDelete

Thanks for stopping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...