Sunday, October 2, 2011

APEL TAHUNAN DAN PELEPASAN JAMAAH HAJI


Kali ini aku ingin bercerita sedikit. Singkat saja. Tentang dua agenda yang kuhadiri hari ini; 2 Oktober 2011.


Apel Tahunan



Apel tahunan sejatinya adalah seremonial pembukaan tahun ajaran baru, yang diadakan di pondok pesantren (dalam hal ini dayah Tgk. Chiek Oemar Diyan). Meskipun tahun ajaran telah dimulai beberapa bulan lalu, karena satu dan lain hal Apel Tahunan 2011 baru diadakan hari ini.

Acara hari ini dimulai jam delapan pagi. Dihadiri sekda Aceh, wakil walikota Banda Aceh serta para pengurus yayasan.

Seingatku, ini kali pertama aku menghadiri acara tersebut setelah lulus dari Oemar Diyan. Menyaksikan upacara resmi, LKBB juga atraksi dari berbagai ekskul (Pramuka, Drum band, TRISUD, PERSIUD, dan sebagainya). Jika dulu posisiku sebagai peserta LKBB, protocol, serta pembaca puisi, kali ini aku memiliki peran yang berbeda: sebagai penonton =)

Adik dan sepupuku yang berada di tempatku dulu…

Pelepasan Jamaah Haji

Di sisi lain, hari ini juga hari pelepasan jamaah haji Aceh Besar yang diadakan di Masjid Lampeuneurut. Calon jamaah haji Kabupaten Aceh Besar tahun ini berjumlah 503 orang yang terbagi ke dalam tiga kloter: kloter dua, kloter sembilan, dan kloter dua belas. Seluruhnya akan diberangkatkan melalui embarkasi haji Sultan Iskandar Muda.

Kakek dan nenekku tergabung dalam kloter dua yang berangkat ke asrama haji siang tadi. Berhubung lebih dahulu menghadiri apel tahunan, aku sampai di Lampeunerut saat azan dhuhur berkumandang. Artinya, calon jamaah tidak lagi diizinkan bertemu dengan keluarganya.

Dengan perut perih karena lapar aku memaksakan diri berdiri berdesakan dengan para pengantar lainnya. Alasannya satu, aku belum sempat berpamitan secara khusus dengan mereka. Simpelnya, aku belum salam-salaman untuk terakhir kali sebelum mereka pergi. Adikku sempat menyalami kakek dari jendela masjid dan kembali ke tempat kami dengan terisak. Aku pun jadi ikut mengucurkan air mata… (sudah kubilang kan, aku mudah menangis dalam sesi antar-mengantar). Tapi yang jelas, kali ini aku benar-benar sedih… -_-

Akhirnya aku tidak sempat melihat nenek. Namun bisa melihat kakek ketika beliau berada dalam bus. Semoga kakek dan nenek diberikan kesempatan untuk menyempurnakan rukun haji mereka dan menjadi haji mabrur. Amin…

Labbaikkallaahumma labbaik…

Ini foto kakek-nenekku. Kuambil saat acara buka puasa bersama keluarga besar Ramadhan lalu.



10 comments:

  1. ohh,, nih posisinya di aceh ya, ,,smoga kakek n neneknya menjadi hj yg mabrur ya,,

    ReplyDelete
  2. Iya Pak.. makasih doanya ya... Amin ya Rabb...

    ReplyDelete
  3. wah bener tuh kata mas kahfi semoga menjadi haji mabrur ya kakek n neneknya :)

    kasih +1 dah buat dukungannya :D ^^

    ReplyDelete
  4. Amin ya Rabb... makasih mas! :)

    ReplyDelete
  5. moga2 jadi haji yang mabrur dan penuh barokah :)...

    ReplyDelete
  6. semoga kakek nenek menjadi haji mabrur, amiin..

    salam kenal sesama blogger Aceh :)

    ReplyDelete
  7. Amin... Terima kasih buat doa kawan-kawan semua...:)

    ReplyDelete
  8. Selamat sampai tujuan dunia akhirat^_^

    ReplyDelete

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...