Friday, November 11, 2011

November Rain


Kayak judul lagunya Guns ‘N Roses ya?
Whehe… tapi ga ada hubungannya dengan lagu itu. Kebetulan aja ini November dan sekarang sedang hujan. Jadilah, November rain…

Oke, cukup bahas judulnya. Mari kita masuk ke inti dari postingan kali ini.
Sebenarnya saya cuma ikut-ikutan nge-post tentang hujan, seperti yang sudah banyak sahabat blogger lakukan. Tapi ya… tentu saja postingannya sesuai dengan isi kepala saya. Hadeuw… kapan mulai masuk ke isinya sih??


Hujan adalah rahmat. Darinya Allah menumbuhkan tumbuhan dan makhluk-makhluk untuk menghidupkan bumi. Setiap tetesan air membawa kehidupan. Karena kehidupan membutuhkan air. Betol ga?

Nah, proses turunnya hujan versi saya: Awan dan air itu adalah teman dekat. Ketika sang awan sudah keberatan mengangkut air yang sangat banyak, sebagiannya dengan suka rela kembali turun ke bumi. Air tersebut ingin meringankan beban awan dan membantu penduduk bumi dan menyambung siklus yang telah ada sejak lama. Dalam perjalanannya, air tersebut menjadi lebih berguna dengan perpindahan yang dilalui. Bukankah air yang mengalir itu lebih bersih dibandingkan yang tergenang? *Hmm… nyambung ga ya paragraph ini?

Intinya, saya menyenangi hujan. Menyukai suasana dinginnya, mencintai komposisi bunyi yang diciptakan saat tetesan air tersebut tercurah dari langit, menyapa dedaunan, atap, dan akhirnya menjejak bumi. Bahkan saya merindukan aroma segar tanah basah yang telah disirami hujan.

Meskipun sedang tidak mengenakan kacamata, saya dapat melihat pepohonan nampak lebih hijau dan segar. Saya juga mengagumi reaksi makhluk setelah ia reda. Ketika burung kembali berkicau, bebek berenang di genangan, serta katak bernyanyi riang.  Karena bagi saya, alam terlihat lebih cerah setelah hujan menyiraminya. 

Bahkan, seperi kata Sugar Ray, my mind turns to a different point of view… after the rain. Ya, jika pikiran kita lebih dingin dan segar, kita dapat melihat segala sesuatunya dengan lebih jelas. Seperti halnya hujan yang membasuh debu dari dedaunan dan meninggalkan panorama yang lebih indah dari sebelumnya. Bukankah bunga yang menyisakan tetesan air di kelopaknya lebih cantik dipandang? (ga usah bingung dengan permisalan saya ya... dicocok-cocokin aja..)

Dari jendela kamar saya bisa menatap rintik-rintik air bagai jutaan jarum menghujam bumi. Seharusnya sekarang saya berada di ruang kuliah. Tapi, Alhamdulillah, kuliahnya batal. Saya jadi bisa bersantai ria sambil ‘berusaha’ mengerjakan tugas-tugas PPL dan kampus.

Oh ya, kegiatan mengagumi hujan ini akan lebih menyenangkan jika ditemani secangkir kopi dan gorengan. Atau kalau anda bukan penggemar kopi, anda dapat menggantinya dengan teh. Kalau tak ada, boleh juga disubstitusi dengan bakso semangkuk. Hehehe… selamat menikmati hujan!

19 comments:

  1. kalau kita memahami hujan yg sedang jatuh , mereka seperti berbicara dan berbisik2 loh mbak,, karena air ternyata juga hidup, menurut penelitian profesor dari jepang

    ReplyDelete
  2. hujan itu rahmat. saya setuju sekali mba!
    karena saya pernah denger, di setiap titik hujan yang jatuh ke bumi itu ditemani oleh seorang malaikat.

    ReplyDelete
  3. Hujan itu rahmat untuk semua makhluk di buka bumi ini.Bahkan do'a yang mustajaba juga waktu hujan.Silahkan Mampir ke blog

    ReplyDelete
  4. @alkahfi: pernah dengar mas, yang katanya kristal air bereaksi berbeda kalo diucapkan kata2 baik n makian ya?


    @nizwa: iya mbak... setiap tetesnya mengandung kehidupan :)

    @bisnis: pernah dengar juga mas... Ok, akan segera mampir, insya Allah..

    ReplyDelete
  5. aq suka hujannnnnnnn..hehhehhehehe
    dan juga suka lagu november rain ini,,aksi si slassh manteppppp
    salam kenal

    ReplyDelete
  6. hujan itu rahmatnya..best kalu hujan leh tdo..ehhehee...salam knalan..jeput ke blog sy..

    ReplyDelete
  7. @yanuar: lebih suka mana? hujan ato lagunya? hehe..

    @maira: ok... salam kenal juga.. :)

    ReplyDelete
  8. ehhh.... hujan juga suka, liat di postinganku ini
    http://yanuarcatur.blogspot.com/2009/08/aku-suka-hujan.html

    heehehe

    ReplyDelete
  9. enak nya ujan,
    di surabaya ndak ujan.
    cuman ujan sekali n grimiz.
    hahahaha

    ReplyDelete
  10. @yanuar: whehe... percaya kok, saya kan tanyanya lebih suka yg mana, :)

    @rivai: hahaha... Aceh lagi pancaroba ni...

    ReplyDelete
  11. saya juga suka hujan, asal jangan kehujanan :D
    sepertinya klo hujan itu membawa romantisme tersendiri gitu loh (halah...)
    salam kenal yach Khaira ^^

    ReplyDelete
  12. Klau menurutku hujan itu adalah suatu air yang menetes atau turun dari atas... Heheheee salah gak???

    ReplyDelete
  13. @Ria: idem, haha... saya paling ga suka kehujanan. apalagi kalo anginnya kencang...
    hujan romantis? hehe..
    salam kenal juga ya... :)

    @info mobile: wah... itu penjelasan yg sangat masuk akal. Tapi kalo misalnya ada yg mercikin air dari atas, hujan juga? hehehehe... Peace... :)

    ReplyDelete
  14. kirain udh ada postingan baru nih mbak,,, hehe balik lagi dech

    ReplyDelete
  15. Pasti akan lebih menyenangkan lagi kalau ditemenin Kopiah Putih juga..
    Hehehe..

    Salam kenal ya.

    ReplyDelete
  16. anda bisa saja... salam kenal juga :)

    ReplyDelete
  17. pertama baca, ini postingan kayaknya cocok sama sobat Al Kahfi dengan man and the moon nya.
    Eh pas baca komentar pertama, emang bener dia yang komen.
    haha.

    Saya juga suka hujan.
    Apalagi kalau hari sabtu malam (gak tahu kenapa)
    Pengen sekali2 liat hujan salju

    ReplyDelete
  18. Hehe... hujan itu memang sangat menarik,
    betol mas, pengen sangat ngerasain salju.. :)

    ReplyDelete

Thanks for stopping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...