Sunday, January 15, 2012

Hidup Ini Indah

(Sebuah percakapan yang dulunya direncanakan sebagai kerangka cerpen, saat imajinasi masih setia menemani.)


“Hai!”

“Oh, hai juga!”

“Tumben duduk sendiri malam-malam gini, lagi ngapain?”

“Ya lagi nggak ngapa-ngapain. Cuma duduk aja. Mandangin langit.”

“What?!”

“Ya cuma liatin langit, nggak boleh?”

“Oh… sori!”

“Kamu sendiri ngapain ke sini?”

“Aku cuma mau nyari angin doang. Kali aja pikiranku bisa sedikit lebih tenang.”

“Kamu lagi punya masalah?”

“Ya… begitulah.”

“Sama. Aku juga lagi… nggak taulah gimana. Kok kayaknya banyak sekali beban ya?”

“Mungkin cuma kita yang merasa begini.”

“Mmm… hidup ini indah, ya?”

“Hah?!”

“Iya. Aku bilang hidup ini indah. Berbahagialah orang-orang yang masih diberi kesempatan hidup oleh
Tuhannya.”

“Kok bisa gitu, sih? Tadi kamu bilang hidup ini punya banyak beban, gimana mau indah?”

“Ya iyalah! Coba aja kamu bayangin kalo hidup ini nggak pernah ada masalah, nggak ada beban,
datar-datar aja. Pasti bosan kan?”

“Iya juga sih. Tapi ya tergantung masalahnya juga kan? Kalo masalahnya sepele kita masih bisa ketawa. Nah kalo berat…”

“Emang sih. Tapi kan kita nggak harus bunuh diri, toh Tuhan nggak akan ngasih beban kalo kita nggak sanggup menanggungnya.”

“Iya. Kayak kamu.kamu masih bisa ketawa, berarti kamu nggak punya beban berat dong. Emangnya, kamu lagi mikirin siapa sih malam-malam begini, pake mandangin langit segala. Mikirin dia ya?”

“Ih… apa-apaan sih? Dia siapa?”

“Alah… ngaku aja deh. Aku udah tau kok.”

“Apanya? Tahu apa? Terserah kamu ajalah.”

“Eh, jadi kamu ngapain bengong di sini, lagi ada masalah sama dia?”

“Hei… apa pun, ini nggak ada hubungannya sama siapa aja yang kamu maksud itu.”

“Bukan sama dia. Tapi emang lagi ada masalah?”

“Ya, dikit. Jadinya hidup ini berwarna. Kamu udah percaya kan kalo aku bilang hidup ini indah?”

“Yup…”[]

No comments:

Post a Comment

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...