Tuesday, June 19, 2012

Cerita KPM Bag. 2

Hisashiburi!!! 

Oke, postingan kali ini berisi curahan hati salah satu peserta KPM Mandiri IAIN Ar-Raniry Semester Genap 2011/2012: Khairatun Hisan.

Hari ke – 35 di tempat KPM. Hari ke -3 sejak dimulainya MTQ Kecamatan Padang Tiji yang diadakan oleh mahisiswa/mahasiswi KPM. Pembukaannya Sabtu malam, dan esoknya aku menjadi MC di cabang Tilawah Alquran. Berhubung penanggung jawab untuk Tilawah adalah mukim kami.

Sampai di masjid sekitar jam 08.30, acara baru dimulai pada jam 10.00. parahnya lagi, acara yang diadakan di dalam masjid tersebut tidak menggunakan microphone! Jadilah aku harus menggunakan pengeras suara alami: teriak. :)

Ini gambarnya:

Sang MC sedang bertugas
Hehe. Sampai teman-teman yang seruang kuliah denganku berkata, “Nggak pernah lihat si Khaira bicara selantang itu,” iya… biasanya kan aku ngomongnya lemah bin lembut… ^_^



Nah, kemarin pagi, my mom telpon katanya lagi nunggu anak KKN Unsyiah yang akan tinggal di rumah 2 orang. Keren, anaknya KKN di kampung orang trus ada pengganti yang akan tinggal di rumah. Gampong kami menerima KKN sebanyak 11 orang, jadinya tempat tinggal mereka disebar di beberapa rumah warga. Cek dan ricek rupanya salah satunya adalah adik letingku di Akuntansi. Tapi seperti biasa, aku tidak kenal. Kan aku ada di kampus Ekonomi  Unsyiah pas masuk ruang kuliah aja. Hehe…

Setelah mengantar peserta Azan dan Shalat Jama’ah ke Mesjid Bruk, aku mendapat pesan singkat dari seorang teman yang mengajak pergi ke Laweung, mengunjungi saudari Juliannisa, salah satu teman dekatku. Tentu saja, aku mengiyakan tanpa banyak pertimbangan. Maka berangkatlah kami ke Laweung yang jaraknya mungkin sama dengan jarak Banda Aceh-Lam Ilie Ganto. Tapi capeknya terbayar setelah aku bertemu Juli dan melihat laut, hehe. Rumah pak Geuchik mereka terletak di pesisir, sekitar 200 meter dari laut.

Tentu saja, tak boleh lupa dokumentasinya…

begaya di mana-mana :)
makan-makan...
Balik lagi. Jadi semalam adalah final cabang tilawah yang diadakan di panggung utama. Aku pun kembali didaulat untuk menjadi protocol. Aku bersedia dengan satu syarat: ada microphone. Karena syaratnya terpenuhi maka aku pun naik panggung.

Acara dimulai jam 21.05 dan berakhir sekitar jam 23.10. perjalanan dari tempat tinggal kami ke masjid kecamatan memerlukan waktu sekitar 20 menit. Karena sudah larut malam, maka aku dan teman sekampung yang menjadi juri harus menunggu para penanggung jawab yang cowok untuk bisa pulang ke Kunyet. Kami baru pulang setelah mereka menyelesaikan urusan sampai ke rekap nilai dan sebagainya, dan aku tiba di rumah pada jam 00.15. capek…

Jadi, sekian dulu curhatan kali ini. Oya, Khaira no koto wo, wasurenaide… (Baru nonton Niini no koto wo wasurenaide :D)

Ja ne!

4 comments:

  1. Waaaah lg KPM dia ee... selaamat bertugas kakak, jadikan kenangan yang tak terlupakan di kmpiung orang. XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. whehe... terima kasih adek keshil... :)

      Delete
  2. iiiiiiiiisss....senang kami e ada rangkang pak geuchiek kami laa...hahahaa

    ReplyDelete

Thanks for stopping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...