Wednesday, December 26, 2012

Mengenang 8 Tahun Gempa dan Tsunami (26 Desember 2004)

"Hari itu pagi kelabu, langit biru mematung lugu
tak ada hujan yang luruh, tiada angin yang menderu
tapi nanggroe ini hancur lebur
guncangan bumi luapkan samudra
melumat daratan

Halaman MRB setelah Tsunami
Entah apa yang terjadi, tak seorang pun bisa pahami.
seketika saja semuanya tercerai berai
saat air hitam menghantam kehidupan,
tiada lagi sanak saudara
biarkan saja mereka sendiri
karena pelukan erat tak lagi berarti
pisahkan anak dari orang tua, suami dari istri,
kekasih dari yang dikasihi

Sementara awan kesedihan menggelayut manja
menggantung pilu
payungi bumi
yang kini berduka."

Tak terasa sudah delapan tahun peristiwa itu berlalu, namun nestapa tidak akan lekang dari kalbu...
Reposted from here.

No comments:

Post a Comment

Thanks for stopping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...