Saturday, April 6, 2013

Clumsy Love

“Cantik seperti biasa,” Rio tersenyum pada dirinya sendiri begitu memasuki kelas. Pandangannya tidak lepas dari deretan bangku di sisi dinding. Tepatnya terpaku pada seorang gadis berambut panjang yang sedang membaca buku. Pujiannya tadi adalah untuk gadis yang duduk di dekat jendela tersebut. Gadis impiannya.
Rio menuju mejanya di deretan tengah lalu duduk dengan posisi menghadap si gadis. Ia mengambil sebuah buku dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Seolah-olah matanya tidak bisa melihat huruf-huruf yang tertera dengan jelas. Sambil pura-pura membaca, Rio mencuri-curi pandang pada gadis yang duduk satu bangku di depan pada deretan sebelah kirinya. Masih ada sepuluh menit lagi hingga bel masuk berbunyi. Masih ada waktu yang cukup untuk memerhatikannya.
Bangku ketiga dari belakang pada deretan tersebut kosong. Tepat di samping pujaan hatinya. Kesempatan. Rio meraih tasnya tanpa berpikir. Tapi sebelum ia sempat bangkit dari bangkunya, seorang siswa sudah duduk di sana.
Rio mendesah kecewa, terpaksa meletakkan kembali tasnya. Perhatiannya kini beralih kepada anak laki-laki itu yang mengajak gadisnya bicara. Rio mendesah sebal. Harusnya kan ia yang duduk di samping si gadis dan bicara dengannya. Ia cemberut. Cemburu.
Tiba-tiba si gadis pujaan menoleh ke arah Rio dan tersenyum. Ia yang tidak siap dengan situasi itu hanya membalasnya kikuk. Salah tingkah.

3 comments:

  1. Isn jg biasa nulis cerita gt. Isinya ringan, tp kali ini y kk tulis konfliknya dlm narasi terlalu panjang.
    Bagus jg jika kk buat si cowok itu mengomel pada dirinya sndiri lwat percakapan, jd lbih hidup. Hehe

    ReplyDelete

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...