Saturday, April 13, 2013

Kei, Kana, dan Kopi

Banna mencari-cari target mereka. Matanya lalu tertuju pada dua lelaki berwajah oriental yang baru saja melangkahkan kaki dari pintu kedatangan bandara Sultan Iskandar Muda. Satu di antaranya jangkung. Sementara yang satu lagi lebih pendek darinya. Keduanya memandang berkeliling seakan mencari wajah yang mereka kenal.

“Itu ya, Dek?” Banna menyikut adiknya.

“Kazehaya Kei-san!” seru Beuna.

Dua turis tersebut menoleh. Melihat tulisan di tangan Beuna, mereka mendekat.

“Kazehaya-san?” Tanya Banna.

“Iya,” Kei menjawab. “Ini teman saya Shohei.”

“Ah, hajimemashite,” balas Banna. “Saya Banna dan ini Beuna. Kami adiknya kak Kana.”

Keempatnya berbincang sebentar. Basa-basi bertukar kabar. Namun karena karakter Banna dan Beuna yang tidak jauh berbeda dari kakak mereka, bahkan cenderung lebih banyak bicara dari Kana, keduanya langsung bisa akrab dengan kedua tamu, terutama Shohei. Tak lama kemudian mereka menuju parkiran. Banna mengeluarkan mobil.

“Mau singgah sebentar untuk minum kopi? Kopi Aceh terkenal khas.”

Shohei melirik Kei. “Bagaimana? Apa kau sanggup menahan rindumu sebentar lagi?”

Kei menimpuk kepala Shohei. Ia mengangguk pada Banna dan Beuna. “Kurasa itu ide yang bagus.”

Ya, mencicipi minuman favorit Kana langsung dari daerah asalnya adalah pembuka yang baik sebelum menemui gadis itu. Kei tersenyum senang. Membayangkan akan segera berjumpa Kana setelah mereguk minuman hitam kesukaan si gadis.

2 comments:

Thanks for stopping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...