Saturday, July 20, 2013

The Ramadhan Story (Day 11): Buka Puasa Bareng A Plus

Berikut kegiatan saya hari ini:

Seperti biasa, jadwal saya hari ini adalah ngajar jam 10.15 pagi. Sejak jam delapan saya sudah siap-siap: beresin tempat tidur, beresin isi tas, beresin... apa lagi ya? Berhubung malam ini saya akan menginap -yang tadi pagi masih belum tau di mana- jadi kamarnya harus di-stel 'serapi' mungkin, meskipun nanti diacak-acak lagi sama lil sis and lil bro.
Sekitar jam 09.50 saya sampai di A Plus. Ada sekitar lima belas menit sebelum waktu masuk. Pagi tadi saya kena di kelas XI SMA dan materinya adalah teks report dan conditional. Siap ngajar ada rapat, shalat dhuhur, lalu rapat lagi sampe jam tiga. Setengah jam kemudian Alfi ngajak ke pasar Aceh, mau ambil baju tempahan. Boleh juga, sekalian jalan-jalan dan beli beberapa bahan untuk 'eksperimen' selanjutnya.

Ceritanya, semalam dapat SMS bahwa setiap bidang harus menyumbang minimal satu piring kue untuk berbuka. Setelah diskusi dengan beberapa gelintir personil, diputuskanlah bahwa kami beli aja, ga ada yang bersedia buat kayaknya. Sebenarnya saya berniat untuk bawa eungkhui kalau saja ga dari pagi udah di Banda. Jadi keputusannya, kami beli gorengan semacam risol aja.

Tiba di pasar Aceh, kami langsung menuju ke tempat tailor untuk mengambil baju Alfi. Rupanya rimpel-nya belum dipasang. Jadi kami ke Suzuya dulu, mutar-mutar di bagian bumbu dapur dan bahan makanan. Lama juga. Saya niat utamanya mau cari tepung jagung, tapi ga ketemu. Akhirnya malah beli sekotak nescafe yang dapat hadiah cangkir. Padahal saya sukanya nescafe classic, bukan yang mix begitu...

Turun dari Suzuya kami ke pasar Atjeh, cari musalla. Lalu kembali ke tailor, udah siap bajunya. Pulang.

Di jalan Tgk. Daud Beureu'eh udah rame penjual ta'jil. Kami berhenti di salah satunya buat beli risol dan kroket (baru ingat, saya tadi kepingin coba kroketnya tapi lupa... -_-)

Sebelum ke A Plus, singgah tempat Juli dulu nitip barang (kan ga lucu kalo bawa belanjaan ke sana). Ketika sampai di halaman tercium aroma timun yang diparut. Sudah dekat waktunya...

Singkat ajalah, kami buka puasa di balai musalla dengan sepiring kecil kue dan segelas minuman buah di depan masing-masing. Dilanjutkan dengan makan nasi setelah shalat magrib. Saya ga. Langsung masukin plastik bawa pulang. Udah kenyang.

Pas lagi bongkar tas di rumah Juli, baru ingat laptopnya ketinggalan. Balik lagi ke A Plus deh.... Alhamdulillah masih terduduk manis dianya di atas meja.

No comments:

Post a Comment

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...