Friday, November 1, 2013

Dua Sisi Perkembangan Teknologi

Image from here

Kemajuan teknologi informasi membawa banyak keuntungan. Adanya telepon genggam dan internet semakin memudahkan masyarakat dalam berbagai hal. Penyebaran informasi, contohnya. Dalam satu detik saja suatu kejadian di suatu negara dapat diketahui oleh seluruh dunia melalui media internet, terutama jejaring sosial. Demikian pula jika ada perkembangan terbaru dalam bidang ilmu pengetahuan maka akan mudah sekali disebarkan kepada masyarakat.

Namun di sisi lain, perkembangan teknologi juga memiliki sisi yang negatif. Kemudahan akses internet yang di dalamnya berisi segala informasi dapat disalahgunakan oleh berbagai pihak. Mulai untuk melakukan tindak kejahatan hingga memamerkan tindakan asusila. Selain itu, kemajuan teknologi juga dapat menggeser popularitas benda ataupun cara tertentu yang dulunya menjadi andalan dalam menyebarkan informasi.

Contohnya saja adalah telepon. Semakin mudah dan murahnya penggunaan ponsel dewasa ini membuat popularitas telepon kabel/telepon rumah menjadi hilang. Banyak keluarga yang sebelumnya mengandalkan telepon rumah kini beralih ke ponsel sehingga telepon tersebut kini tidak lagi berfungsi, bahkan telah diputuskan pemasangannya. Ponsel menjadi sarana komunikasi yang telah amat merakyat. Alhasil, usaha wartel pun ikut bangkrut.

Contoh lainnya adalah jasa pos. Sejak akses internet menjadi mudah dan fasilitas e-mail bukan lagi sesuatu yang wah, maka fungsi jasa pos untuk mengantarkan surat pun menjadi kadaluarsa. Hasilnya, dewasa ini banyak remaja yang tidak mengetahui apa itu kartu pos bahkan perangko. Ironis. Mengingat 'mengumpulkan perangko' merupakan salah satu hobi elit dua dekade lalu. Namun kini, pos lebih banyak melayani jasa pengiriman barang ataupun paket, wesel, dan pembayaran rekening online. Bahkan untuk jasa tersebut juga telah disaingi oleh perusahaan-perusahaan ekspedisi yang menawarkan pengiriman kilat dengan harga terjangkau. Tambahan pula, jika teknologi teleportasi kelak berhasil dikembangkan, bukan tidak mungkin nasib pos menjadi sama dengan wartel tadi.

Menurut hemat saya, perkembangan teknologi memang banyak memberikan kemudahan namun bukan berarti segala sesuatu yang konvensional dapat dilupakan begitu saja. Jika semua orang lebih sibuk di dunia maya, maka apa yang tersisa di dunia nyata? Kemudahan interaksi lewat alat-alat komunikasi membuat keinginan untuk bertatap muka menjadi berkurang. Padahal, bukankah cara paling baik untuk silaturrahmi ialah dengan saling mengunjungi? Hom keuh.

*Ide tulisan ini muncul saat mengajar tentang postcard dan siswa saya bahkan ada yang tidak tahu apa itu perangko.

8 comments:

  1. ada pro dan kontranya.. perlu seimbangkan kedua-duanya agar sempurna kehidupan kita..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, kita ambil sisi baiknya saja..

      Delete
  2. Wah, nemu yang sama hobi ni, ayo kita aktifkan lagi filateli di anak-anak, tapi dengan cara yang menyenangkan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari bang, seru tuh kalau anak-anak sekarang kembali akrab dengan perangko dan barang-barang pos lainnya. Setidaknya lebih bermanfaat dari pada menghabiskan waktu dengan video games :)

      Delete
  3. kemungkinan si anak belum pernah melihat perangko sehingga tidak tahu perangko, sama halnya dengan disket :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bang, alasannya tentu saja karena perangko dan surat pos semakin jarang digunakan :)

      Delete
  4. Dlm hidup moden ini semakin banyak benda yg kita pakai dulu akan menjadi obsolete.

    ReplyDelete

Thanks for stopping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...