Tuesday, December 10, 2013

Candlelight

Image from digitalsports.com
 
Hi there! Are you okay?

Kalimat yang selalu aku ulang dalam hati. Namun juga selalu gagal aku lisankan. Begitu pula kali ini.

Kau tiba-tiba saja muncul di hadapanku. Seperti biasa. Memintaku menemanimu makan dan bicara. Setiap kali kau merasa gundah karenanya. Kau tidak baik-baik saja. Aku tahu persis hal itu. Tapi entah kenapa aku tidak pernah bisa mengucapkan kalimat sederhana tersebut.

Kali ini aku ingin menolak. Aku tahu apa yang akan terjadi. Kau akan makan tiga porsi nasi sementara aku akan duduk di hadapanmu, menemanimu dalam diam sambil sesekali memerhatikan cahaya lembut yang berpendar dari secuil api. Tidak akan ada pembicaraan apapun. Aku tidak suka itu.

“Hanya kaulah yang benar-benar memahamiku, kau yang dapat memberikan cahaya untuk menguraikan benang kusut dalam kepalaku,” katamu.

Lagi-lagi aku luluh. Bukan pada kata-katamu. Tapi pada sorot mata penuh luka yang selalu berusaha kau sembunyikan. ‘Untuk apa bertahan padanya? Bukankah pada setiap luka kau selalu mencariku?’ ingin sekali kusuarakan pertanyaan itu. Namun lidahku kembali kelu.

Katamu aku cahayamu. Jadi biarkan aku bertanya, “Cahaya apakah aku? Matahari, bintang, bulan atau lentera?”

Kau hanya tersenyum sambil mengisyaratkan matamu ke secuil api yang ada di tengah meja, tepat saat sumbunya rebah ke dalam genangan dan pendar cahayanya padam.

*Alhamdulillah... akhirnya, nulis fiksi lagi!^^

20 comments:

  1. Bagus artikelnya Mbak Khaira sangat dalam kajian fiksi nya
    Di Isyarat kan sepercik mata api tapi bisa berpendar menerang
    Ruangan hati. tapi entah Ruangan siapa yang beruntung
    Menerima Pendaran api itu. jawab nya mungkin ada di sanubari
    Mbak Khaira nice posts salam sejahtera :-d

    ReplyDelete
    Replies
    1. ketemu kang saud disini betul apa yang dikatakan kang saud... hehe
      Perdana saya kesini salam kenal ya ..

      Delete
    2. wah ada kang saud disini... saya juga kunjungan perdana kesini...

      Delete
    3. Saud: Whehe... terima kasih... kira2 ruangan hati siapa ya? haha
      Eh, rupa kang Saud bawa banyak blogger ke sini ya... makasih2.. :)

      Friska: salam kenal juga... terima kasih sudah mampir^^

      mangyono: terima kasih sudah mampir^^

      Delete
  2. mendalam sekali maksud artikel ini kahira.. :D

    ReplyDelete
  3. wow sebuah tulisan fiksi yang keren, sepertinya saya harus banyak belajar dari blog ini, biar bisa menulis fiksi seperti Mbak Khaira Hisan ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih... saya juga masih belajar kok^^

      Delete
  4. ane kagak pernah tau nih tentang fiksi.. mantab nih artikelnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin udah bisa mulai cari tau? hehe
      terima kasih kunjungannya^^

      Delete
  5. Ehm ehm, ternyata hanya fiksi toh.. hehe

    ReplyDelete
  6. Kau akan makan tiga porsi nasi sementara aku akan duduk di hadapanmu, menemanimu dalam diam sambil sesekali memerhatikan cahaya lembut yang berpendar dari secuil api... wah, apa gak pingin makan juga ??Kok cuma diam aja... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ceritanya udah makan, jadi hanya menemani :)

      Delete
  7. artikelnya dalam banget ;) Bagus kaa

    ReplyDelete
  8. Kami juga kangen tingkat dewa menulis lagi :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... ada si Kakak!
      mari mulai dari yg pendek2 seperti ini kak :)

      Delete
  9. Indah sekali ceritanya. Ada kelanjutannya ngga ya?

    1sthappyfamily.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm... bisa dipertimbangkan kalau ada permintaan :)

      terima kasih^^

      Delete

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...