Saturday, January 11, 2014

Piknik di Awal Tahun

1 Januari adalah tanggal merah (everybody knows that). Adik-adik yang tinggal di asrama pun telah pulang. Jadi libur tersebut kami manfaatkan untuk ber'wisata' dengan keluarga. Awalnya hanya sekeluarga inti saja. Namun mengingat sekolah juga sedang liburan, akhirnya para sepupu dan orangtua mereka pun diajak. Jadilah wisata keluarga besar. Kegiatan yang dilaksanakan once in a blue moon. Tak tanggung-tanggung, satu mobil labi-labi pun (angkot khas Aceh) disewa untuk dapat mengakomodasi personil yang rentang usianya mulai dari 1 hingga 50-an tahun. Destinasi utamanya adalah Ie Su'um (hot spring, kah?) yang terletak di desa bernama sama di wilayah Krueng Raya, Aceh Besar. 

Sebagian peserta
Lihat saja asapnya...
Persiapan untuk piknik telah dimulai sejak sore hari sebelumnya yaitu dengan menyiapkan hidangan yang menu utamanya adalah gulai ayam kampung. Malam harinya pun stidur telat karena berbagai hal, dan persiapan makanan dilanjutkan pagi harinya. Rencananya labi-labi akan menjemput pada jam sepuluh. Namun saya berangkat lebih awal dengan sepmor karena ada janji bertemu kawan untuk makan bubur ayam di Blang Padang. Setelahnya baru menuju Limpok, tempat kos adik saya yang sekalian menunggu labi-labi di sana.

Suasana dalam angkot cukup meriah (baca: riuh) dengan dua bayi yang ikut serta. Ditambah berkumpulnya para sepupu yang jarang bertemu, perjalanan selama hampir dua jam menjadi tidak terasa. Kami tiba di tekape sekitar pukul 12 kalau saya tidak salah ingat. Suasana langsung terasa gerah akibat uap panas yang menguar ke udara.

Setelah puas merasakan panas di dekat sumber mata air, tibalah pada inti acara piknik: makan siang. Tikar pun digelar dan makanan disajikan. Ada yang berperan sebagai seksi konsumsi. Sementara saya memilih menangani dokumentasi :)

Semangat sekali...
Make yourself at home
Anak-anak tetap bermain
Selesai makan siang, anak-anak segera menuju kolam pemandian untuk merasakan berenang di air belerang sedangkan yang dewasa bergerak ke mushalla untuk shalat dhuhur. Meskipun tidak mandi, kita tetap dapat merasakan sensasi air hangat ketika wudhu.

Enjoying the view
Hujan akan segera turun
Puas menikmati cuaca yang gerah, kami pun kembali ke mobil dan singgah di rumah kerabat di Krueng Raya. Beliau adalah seorang nenek yang tinggal sendiri. Ayah membawakan beras, dan bahan makanan lainnya. Kami pun melanjutkan perjalanan setelah beberapa saat lalu singgah di pantai. My favorite, meski saya tidak suka pantai tanpa ombak. Tapi bolehlah, daripada tidak sama sekali.
Mendung tak berarti hujan
Pose lagi...
Cari kerang-kerangan
Abandoned
Setelah lelah mencari kerang dan bermain air, tiba saatnya untuk kembali membongkar wadah makanan dan menghabiskan isinya :D

saya mau... saya mau...
Waktu asar telah tiba. Kami kembali melanjutkan perjalanan dan singgah di masjid terdekat untuk shalat. Hujan mulai menderas. Saya yang rencana awalnya akan turun di Limpok lalu meneruskan pulang dengan sepmor, membatalkan niat akibat cuaca yang kurang bersahabat. 

Hari yang cukup melelahkan sekaligus menyenangkan. Bukan semata-mata karena pikniknya, namun karena kebersamaan yang terwujud dalam waktu sesaat. Mungkin agenda semacam ini memang harus menjadi kegiatan rutin keluarga besar :D

4 comments:

  1. wah.. sesekali dapat berlibur bersama family begitu tentu saat yang menggembirakan.. tentu sangat panas kolam air panas di situ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelihatnya Bahagia sekali yah Mbak Mizz Mbak Khaira itu
      Fiknik bersam keluarga tercintanya :)

      Delete
  2. Nyimak Mbak Khaira yang lagi bahagia bersama Keluarga
    Dengan Fiknik di awal Tahun ini. selamta tahun baru 2014
    yah Mbak? semoga kebahagiaan selalu terlimpah pada
    Mbak Khaira sekeluarga (Amin)

    ReplyDelete

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...