Monday, February 10, 2014

Kaze: 2# Dendam di Istana Giok


Setelah menyaksikan sang penguasa wilayah melakukan seppuku, Matsuyama Kaze melanjutkan perjalanannya melacak keberadaan majikan kecilnya. Tujuannya kini adalah menemukan rombongan tiga orang: nenek, cucu, dan pembantu yang sedang menjalankan misi balas dendam resmi terhadap seorang saudagar, karena kain pembungkus kue beras yang diberikan si cucu bergambar lambang keluarga majikannya.

Di tengah perjalanan, Kaze melihat seorang pedagang dan para pengawalnya sedang dikepung oleh sekelompok perampok. Si saudagar berdiri di atas gerobak barangnya sedangkan pengawal bertarung dengan perampok tersebut. Ketika para pengawalnya kalah, saudagar tersebut meminta bantuan Kaze.  Ia yang awalnya hanya melihat pun turun tangan membantu dan mengalahkan mereka. Namun kemudian muncul seorang pemuda yang segera menghunuskan pedang ke arah saudagar. Kaze yang belum paham apa yang sedang terjadi pun hanya mematung hingga si saudagar menyebutkan bahwa pemuda tersebut adalah ketua perampok tadi yang tergila-gila pada istri si saudagar.
Pemuda itu menyuruh Kaze untuk tidak ikut campur, namun sang ronin tetap melawannya. Saat ia terdesak, suatu hal yang tidak biasa terjadi pada pedang Kaze. Katana tersebut patah. Padahal benda itu terbuat dari besi baja berkualitas bagus dan tidak pernah tergores meski dalam peperangan sekalipun. Kendati tinggal setengah, dengan sisa pedangnya Kaze dapat membunuh si pemuda dan membawa pedangnya sebagai ganti, setelah ia mengukir sosok dewi Kannon pada sebatang kayu dan meletakkannya di dekat mayat si pemuda.

Merasa urusannya telah selesai, Kaze pun hendak beranjak dan dicegat oleh saudagar yang telah kehilangan seluruh pengawal. Ia pun meminta Kaze untuk mengawal perjalanannya juga gerobak berisi emas miliknya. Meski enggan, akhirnya Kaze setuju karena ia pun menuju kota yang sama.

Ketika tiba di kota dan tanpa sengaja bertemu dengan rombongan yang ia cari, Kaze baru mengetahui bahwa saudagar yang ia kawal adalah orang yang sama dengan yang menjadi sasaran misi balas dendam si nenek. Saudagar itu menculik cucu kesayangannya dan menjadikan gadis belia itu istrinya. Sementara pemuda yang dibunuh Kaze dan menyebabkan pedangnya patah adalah cucu lain si nenek yang ingin mengambil kembali sepupunya.

Masih seperti Kematian di Persimpangan, buku ini menyajikan lanjutan kisah heroik sang samurai dalam pengembaraannya mencari putri majikannya. Mengambil setting tak lama setelah perang Sekigahara, kehidupan para samurai pada masa ini sedang berada dalam ketidakpastian jika tuan mereka termasuk yang kalah dalam perang, seperti halnya Kaze. Dalam perjalanannya ronin ini kembali menyelidiki kebusukan yang terjadi dalam masyarakat. Termasuk membongkar kebusukan sang saudagar yang menjalankan bisnis terlarang dengan Istana Giok -tempat kediaman istri tercinta- sebagai markasnya.

Judul : Dendam di Istana Giok (Jade Palace Vendetta)
Penulis: Dale Furutani (penerj. Widati Utami)
Penerbit: Qanita
ISBN: 978-602-8579-14-8
Tebal: 424 Halaman
Cetakan I, Oktober 2009



5 comments:

  1. Judulnya serm yah Mbak Khaira..? saya belum pernah dengar
    Cerita sebelumnya salam sejahtera :)

    ReplyDelete
  2. ni kalau diangkat ke movie mmg best ni!

    ReplyDelete
  3. tadi sewaktu membaca dari awal hingga akhir,saya mengira ini sebuah karya pribadi mbak khaira,ternyata salinan dari sebuah novel,walau belum melihat cerita pertama tetapi ceritanya seru,seolah terbawa dalam suasana disana,

    ReplyDelete

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...