Tuesday, February 18, 2014

Smoke and Fog

Assalamu'alaikum...

Kabut - Google.com
Cuaca di kawasan Indrapuri beberapa hari ini sedang tidak menentu dengan dominasi panas yang luar biasa. Kemarin siang, matahari bersinar dengan teriknya sedangkan kelembapan tinggi karena sebagian langit ditutupi awan hitam. Akibatnya, udara menjadi sangat gerah dan berada dalam ruangan tertutup terasa sangat menyiksa.

Namun mendung bukan berarti hujan. Begitu pula awan hitam kemarin tidak melahirkan butir-butir air hingga tengah malam.


Pagi tadi, dalam perjalanan terburu-buru ke sekolah, saya berpapasan dengan dua orang siswa berseragam SMP yang mengendarai sepeda motor. Yah, hal itu sudah biasa. Di tangan mereka terdapat batangan putih dengan ujung menyala, rokok (yang sayangnya juga bukan lagi pemandangan yang luar biasa). Meskipun terburu-buru saya sempat mengeluh dalam hati: bagaimana mungkin anak-anak tersebut memulai hari dengan mencoba membunuh diri mereka sendiri?

Saya memang sangat antipati dengan hal yang satu ini. Asap -terutama yang berasal dari rokok- selalu membuat saya mendadak sesak napas. Sebenarnya saya tidak punya asthma. Hanya saja setiap tercium bau asap saya secara reflek akan menahan napas, akibatnya proses menghirup udara pun menjadi terhambat. Itu sebabnya saya selalu menghindari masuk ruangan yang ada perokok dan tanpa segan-segan menutup hidung jika tercium bau rokok.

Oke, kembali melanjutkan perjalanan. Saya menyadari bahwa pandangan saya menjadi kurang jelas. Bukan, bukan, hari ini saya pakai kacamata, kok, tidak bandel seperti biasa. Ketika mulai memasuki kawasan perbukitan, saya baru mengetahui penyebabnya: kabut yang cukup tebal menyelimuti sejauh mata memandang. Hal yang juga saya ingat terjadi beberapa hari lalu. Kabut yang muncul sejak pagi hari  bertahan hingga sore.

Usut punya usut, ternyata kabut tersebut turun akibat adanya kebakaran hutan di sejumlah wilayah di Aceh. Harian Serambi Indonesia edisi hari ini menyebutkan bahwa sudah 17 titik api terpantau di Aceh. JIka terus berlanjut, bukan tidak mungkin kabut yang turun menjadi semakin tebal setiap harinya. 

Semoga saja titik api tersebut dapat segera dipadamkan. Kalau tidak, bukan mustahil keadaan ini akan berpengaruh pada perjalanan udara dan kondisi hutan Aceh menjadi semakin memprihatinkan.[]

8 comments:

  1. Selamat Malam Mbak Khaira, seperti biasa saya mampir di tiap tenga
    Malam, tapi maaf bukanya gak sopan, saya pasang konci inggris dulu
    Soalnya gak paham dengan artikel ini Mbak. insya allah mampir lagi :)

    ReplyDelete
  2. Walah maafkan saya Mbak tak kira judulnya Inggris isi teks nya juga Inggris
    Ternyata ndak yah? saya jadi malu. kelihatnya cuacanya lagi Extreme yah Mbak
    Hati-hati semoga Mbak Khaira baik-baik saja sekeluarga amin

    ReplyDelete
  3. di tempat kak aiza juga terdapat kabut dan cuaca juga tersangat panas.. mungkin juga effect dari letusan gunung berapi..

    ReplyDelete
  4. moga tak ada kemalangan jiwa yang berlaku ya.

    ReplyDelete
  5. kat sini pun ada beberapa siri kebakaran hutan jugak..tapi nasib baik tak begitu banyak..hehehe

    Regards,
    -Strider-

    ReplyDelete
  6. kebakaran hutan sngat disayangkan, udara jg tercemari..apa kbr chaira udah lama ngak ada kbr ya ? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kakak... haba get alhamdulillah... kk kiban? hehe.. iya, udah lama ga 'bersua' :)

      Delete
  7. cuaca akhir-akhir ini mmg tidak menentu, aceh makin hari makin panas

    ReplyDelete

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...