Monday, February 3, 2014

Tentang Sahabatku

Di simpang itu, tiga tahun lalu aku bertemu
dengan sahabatku. Seorang lelaki bermata sayu
yang dengan itu ia dicari dan diburu.
Dengan penuh ragu ia rengkuh pundakku
lalu bisikkan sesuatu;
“Kawan, betapa kehidupan sebenarnya sangat menawan,
hanya saja aku tak dapat merasakan. Maka syukurilah
hidupmu kini, jadikanlah lebih berarti.”
Kemudian sahabatku itu pergi tanpa permisi

Di tempat ini, saat ini aku termangu
di depan pusara sahabatku yang telah pergi
mendahuluiku
Dengan membawa sejuta rindu akan kedamaian
yang ia impikan, kini menjelma, namun
ia tak sempat merasakan
Kuusap pelan nisan itu lalu kubisikkan sesuatu;
“Kawan, kedamaian yang kau impikan
telah menjelma kenyataan.
Moga saja kau ikut merasakan.”

(Alhamdulillah... puisi ini menjadi juara ketiga dalam lomba menulis puisi se-Aceh yang diadakan Dokarim tahun 2006, dan dibukukan dalam antologi puisi Kitab Mimpi.)

4 comments:

  1. Salam Mbak Khaira, sangat bagus Puisi nya Mbak Khaira
    Saya sampai Larut tersentuh dalam membacanya,
    Selamat sudah sepantas nya puisi ini mendapat award yah Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah saya masih berusaha jadi yang Pertamax di
      Artikel Mbak Khaira. salam saya dari Subang JABAR Untuk
      Saudara semua di Aceh :)

      Delete
  2. Selamat atas prestasinya dan dimuat dalam buku lagi. Wuih, rasanya pasti enggak bisa diungkapkan dalam kata.

    ReplyDelete

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...