Friday, March 28, 2014

Panjang Umur dengan Silaturrahim

Beliau masuk ke dalam rumah dengan langkahnya yang tertatih-tatih. Wajahnya yang sudah sangat keriput terlihat berseri, segar dengan air wudhu yang masih menetes. Aku segera bangkit dari duduk dan menyongsongnya, meraih tangannya untuk kusalami dan kucium. Ia balas mencium tanganku sambil mendekatkan wajahnya dan menyipitkan mata, mencoba mengenaliku. “Nyoe Hisan, nyoe (ini Hisan, ya)? ” tanyanya yang segera kujawab dengan “Nyoe (ya), Nek.” Aku tidak dapat menyembunyikan kebahagiaanku bahwa beliau masih mengenalku.

Setelah itu giliran ketiga adikku dan kedua orangtuaku yang menyalaminya. Lalu setelah memastikan kami telah selesai menyantap makan siang dan memperoleh tikar yang layak untuk duduk, beliau pun menaiki tangga ke bagian rumah panggungnya untuk menunaikan salat dhuhur.

Tuesday, March 11, 2014

Antara Realistis dan Pesimistis

Realistis dan pesimistis. Dua-duanya merupakan kata sifat. Yang satu memiliki makna positif sementara yang lainnya bermakna negatif. Seriously, what am I trying to write?
Kenapa foto ini?
Menurut KBBI edisi kedua dengan bagian prakata tertanggal 28 Oktober 1991 (yang artinya saya masih bayi saat itu), kata ‘re.a.lis.tis’ artinya ‘bersifat nyata; bersifat wajar’, sedangkan kata ‘pe.si.mis.tis’ mengandung arti ‘bersikap atau berpandangan sebagai pesimis; bersikap tidak mengandung harapan baik; (sikap) ragu akan kemampuan atau keberhasilan suatu usaha’. Berdasarkan definisi tersebut dapat dipahami dengan jelas bahwa kedua kata di atas memiliki arti yang sangat jauh berbeda. Namun pada kenyataannya kita – saya maksudnya – seringkali susah untuk membedakannya.

Sunday, March 2, 2014

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...