Tuesday, March 11, 2014

Antara Realistis dan Pesimistis

Realistis dan pesimistis. Dua-duanya merupakan kata sifat. Yang satu memiliki makna positif sementara yang lainnya bermakna negatif. Seriously, what am I trying to write?
Kenapa foto ini?
Menurut KBBI edisi kedua dengan bagian prakata tertanggal 28 Oktober 1991 (yang artinya saya masih bayi saat itu), kata ‘re.a.lis.tis’ artinya ‘bersifat nyata; bersifat wajar’, sedangkan kata ‘pe.si.mis.tis’ mengandung arti ‘bersikap atau berpandangan sebagai pesimis; bersikap tidak mengandung harapan baik; (sikap) ragu akan kemampuan atau keberhasilan suatu usaha’. Berdasarkan definisi tersebut dapat dipahami dengan jelas bahwa kedua kata di atas memiliki arti yang sangat jauh berbeda. Namun pada kenyataannya kita – saya maksudnya – seringkali susah untuk membedakannya.


Menjadi realistis dianggap baik karena itu berarti seseorang bertindak atau berusaha sewajarnya. Yang saya maksudkan di sini adalah sesuai dengan kemampuan dan peluang yang dimiliki, tidak hanya berlandaskan keinginan atau angan-angan semata. Tentunya kita semua setuju bahwa setiap orang harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan. Optimis bahwa dengan setiap doa dan usaha, suatu hari apa yang ia cita-citakan akan menjelma kenyataan. Tidak boleh menyerah sebelum kalah, apalagi kalah sebelum bertanding. 

Di sisi lain, saya juga percaya akan adanya saat untuk berhenti. Bahwa apa yang kita kejar ternyata belum saatnya kita miliki. Bahwa Allah memiliki rencana lain yang lebih pasti. Ini yang saya maksud dengan realistis. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa tahu kalau memang sudah waktunya untuk berhenti? Bagaimana kita menjadi seorang yang realistis – hana cet langet – tanpa terjebak dalam lingkaran pesimistis?


Salah satu cara menjadi realistis tanpa terpeleset kearah pesimis ialah dengan tawakkal. Setelah berusaha semampunya, saatnya kita menyerahkan semua pada Pembuat Keputusan. Dia-lah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Tidak ada salahnya memiliki banyak keinginan. Saya sendiri memiliki banyak mimpi yang saya yakin masih dalam tahap wajar. Dari sekian banyak itu pun saya memiliki prioritas baik dalam usaha maupun doa untuk mencapainya. Namun harus selalu diingat, apa yang menurut kita baik belum tentu memang baik dalam pandangan-Nya. Maka, saat kita meyakini 'sesuatu' baik untuk kita, kewajiban kitalah untuk memohon agar 'sesuatu' tersebut memang benar-benar baik dan Yang Maha Kuasa akan memudahkan jalan kita untuk menggapainya. Karena itu, jangan pernah melupakan Allah dalam setiap keputusan ataupun rencana yang kita rancang. Bukankah hidup kita pada dasarnya ialah untuk mengabdi kepada Sang Pencipta?


Intinya, realistis dan pesimistis merupakan dua hal yang sangat berbeda. Hanya saja, perbedaan besar tersebut dibatasi oleh satu garis yang sangat tipis.


Sekian saja. Maaf jika tulisan ini sulit dimengerti dan terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca catatan galau saya. See ya!

9 comments:

  1. dgn akal dan ilmu...dp membezakannya..

    ReplyDelete
  2. setuju ee.. optimis memang perlu. tp realistislah dalam meraihnya, ya kan :) nice Ra....

    ReplyDelete
  3. Selamat Siang Mba... Artikelnya memang agak sulit di cerna tapi saya bisa memahami setelah membaca dari awal sampai Akhir... Kalau saya Pribadi selalu Optimis dalam melakukan apa saja termasuk dalam mengelola 7 website Bisnis Online yang saya miliki...

    ReplyDelete
  4. semoga terus menjadi seorang yang realistik dan positif.. :D

    ReplyDelete
  5. harus menjadi seorang yg realistik dan positif thinking :-) ( walau itu tidak mudah)
    salam kenal.. blognya keren
    di tunggu komen baliknya

    ReplyDelete
  6. cemungudhhh khairaaa

    salam
    www.liza-fathia.com

    ReplyDelete
  7. Dalam hidup bersikap optimis, maka akan mempermudah pola
    Pikir dan ruang gerak, ke arah tujuan hidup yang positf akan
    Terbentang luas, walau terkadang aral rintang, tetap dengan optimis
    kita bisa mengkaji diri dalam berevaluasi diri yah Mbak Khaira. salam santun :)

    ReplyDelete
  8. artikelnya bagus kak
    kata2nya tinggi hehehehe

    ReplyDelete

Thanks for stopping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...