Tuesday, June 24, 2014

Ada Cinta Rasa Vanila



Adalah Dominique Vanilla, gadis galak yang mencintai kakak kelas sekaligus rekan sekantornya kini yang ternyata malah jatuh hati pada sahabat si gadis, Inggrid. Sedangkan Hugo Ishmael merupakan pemuda tampan yang patah hati akibat pacarnya menolak diajak bertunangan lalu memutuskan untuk hijrah ke Bristol demi menenangkan hatinya. Keduanya bertemu untuk pertama kali secara tak sengaja saat Hugo yang sedang kalut menyerempet Kyoko, teman Dominique yang ketika itu masih SMA. Tanpa tedeng aling-aling, Hugo menembak si gadis dengan kalimat, “Apa kamu mau menikah denganku?” (Hal. 5).


Bertahun kemudian, Dominique telah menjadi pegawai bagian pembukuan di sebuah perusahaan manufaktur yang cukup besar. Ia masih mencintai Jerry, yang tragisnya sedang merancang pernikahan dengan Inggrid. “Untuk apa memendam perasaan bertahun-tahun kepada seseorang yang kadang bahkan tidak menyadari keberadaannya?”  Protes Kyoko di halaman 80. Namun Dominique sama sekali tidak berniat menghancurkan rencana sahabatnya dengan mengungkapkan perasaannya.

Di sisi lain, Hugo yang telah menjadi penikmat Vanilla Latte atas rekomendasi teman serumahnya di Bristol memutuskan untuk kembali ke tanah air setelah pendidikannya selesai. Ia pun berkerja di perusahaan keluarga yang bergerak di bidang manufaktur. Menempati posisi wakil manajer pemasaran di bawah kakaknya. 

Keduanya kembali bertemu secara tak sengaja di kantor. Hugo menyapa Dominique dengan, “Kamu ‘calon istri-ku’ kan?” sementara si gadis membalasnya dengan satu tendangan di tulang keringnya (hal. 70). 

Pernah menendang tulang kering atasan yang juga merupakan salah satu calon pewaris perusahaan tentu bukanlah prestasi yang patut dibanggakan. Setidaknya itu yang dirasakan Dominique. Sejak insiden tersebut ia menjadi paranoid, seakan-akan semua yang dikerjakannya terasa salah dan ia tinggal menunggu surat pemecatan dari atasannya. Lain halnya dengan Hugo yang memang penasaran dengan Dominique sejak pertama kali ia ‘melamarnya’ dulu. Ia bertindak cepat dengan memohon pada Edgar, atasan langsung Dominique, agar tidak memperpanjang masalah tersebut. Hugo bahkan mengakui bahwa ia memang pantas mendapatkan tendangan tersebut akibat lamarannya dulu, lagipula Dominique saat itu belum mengetahui siapa yang dihadapinya.

Seiring dengan semakin dekatnya pernikahan Jerry dan Inggrid, Dominique pun semakin sering menyendiri demi menghindari pertemuan dengan calon mempelai itu. Di lain pihak, Hugo pun semakin sering mengunjungi kubikelnya dan mengajak Dominique makan siang dalam rangka ‘saling mengenal’. Tidak tanggung-tanggung, lelaki itu dengan santai memperkenalkan Dominique pada kakak sulungnya Vincent yang merupakan manajer pemasaran, pada kakak keduanya Taura yang playboy, bahkan pada mantan pacar yang menolak dinikahinya. Tentu saja Dominique diperkenalkan sebagai ‘calon istri yang telah dua kali menolak lamaranku’. Seluruh kantor pun tahu kisah mereka.

Baik Dominique ataupun Hugo sama-sama menyukai citarasa vanila. Jika si gadis memfavoritkan es krim di dekat sekolahnya dulu, Hugo tergila-gila pada Vanilla Latte di kafe The King of Coffee di Bristol sana. Keduanya bahkan menyenangi acara Vannilla for Life yang mengudara setiap minggu di salah satu stasiun radio. Dominique pernah menelpon untuk berbagi cerita di acara tersebut sedangkan Hugo memfavoritkan salah satu penelpon bernama Twinkle, tanpa tahu siapa ia sebenarnya.

Pembukaan cerita dengan prolog yang berisi awal pertemuan Dominique-Hugo telah cukup menarik namun bab selanjutnya dapat membuat pembaca bosan. Tempo cerita pada bab-bab awal yang mengisahkan tentang penolakan Farah dan proses pemulihan Hugo pasca patah hati novel ini terkesan agak lambat. Bagian yang bersetting di Bristol bahkan terkesan sebagai suatu bagian yang terpisah dari keseluruhan cerita, kecuali mengenai perkenalan Hugo dengan Vanilla Latte. Meskipun demikian, pada bab-bab selanjutnya setelah kepulangan Hugo dan pertemuan kembali dengan Dominique, pembaca disuguhkan cerita yang mengalir dengan diksi sederhana dan menghibur, yang dilengkapi dengan kalimat-kalimat berisi filosofi vanilla pada setiap akhir bab. 

Suatu kisah yang sangat menarik tentang cinta pada pandangan pertama dan komitmen untuk menjaganya dalam suatu perjanjian yang kuat, pernikahan. Novel ini cocok dibaca oleh kalangan remaja maupun dewasa muda, terutama bagi mereka yang pernah patah hati dan berkeinginan untuk bangkit kembali.

6 comments:

  1. Jadi dapat sisi lain tentang cara membuat resensi, apa yang saya tulis selama ini sepertinya resume ya, Khaira? :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... mana ada bg,
      kan masing2 punya gaya sendiri :)

      Delete
  2. Bagus banget ya alur ceritanya..suka saya.

    ReplyDelete
  3. kayaknya Khaira udah cocok bikin blog buku :D *modus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh diangkut yg punya dsini g kak? :D

      Delete

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...