Monday, December 22, 2014

Hanya Untukmu, Bunda

Kulihat buliran bening membasahi 
kulit lembutmu, Bunda 
Ratapan hatimu telah mengoyak 
gendang telingaku 
Tenanglah 
Aku bersamamu, Bunda 


'Rumpun hatiku ‘tlah layu,’ katamu 
Siapa, Bunda? 
Siapa yang meredupkan rumpun melati di 
taman hatimu? 
Akukah? 


Bunda, rintihan jiwamu mencabik 
sanubariku 
Pengakuanku,  
maafkan aku 
Jangan padamkan dulu cahaya itu 
Izinkan kusiram melatimu dengan beningku 
Tumbuh subur mewangikan taman hatimu


Karena engkau hidupku, Bunda, 
dan selama itu, 
cintaku tulus untukmu.

------------------------------------------------------------------------
A/N:
~ Saya selalu lupa tentang peringatan hari apa pun, saya baru tahu kalau 22 Desember diperingati sebagai hari ibu dari teman saya. Untuk saya, sepanjang tahun adalah hari ibu (dan juga hari ayah).
~ Sebuah puisi yang saya tulis bertahun silam, saat masih mengenakan seragam sekolah. Namun malam ini saya menambahkan beberapa baris lagi dan mengganti beberapa kata.
~ Puisi ini saya dedikasikan untuk ibu saya, yang mungkin tidak akan pernah membacanya, karena beliau tidak paham internet.
~ Selamat Hari Ibu! Semoga kasih kita tidak hanya sepanjang galah.

8 comments:

  1. Saya sadar kalau ini hari Ibu, pas buka facebook.

    ReplyDelete
  2. selamat hari ibu :) ilove you bunda :*

    ReplyDelete
  3. Selamat hari Ibu di seluruh Indonesia
    I love you Mom. I really do

    ReplyDelete
  4. kasih sayang dan tulusnya gax bsa tergantingan ,, slmat hari ibu , , ,

    ReplyDelete
  5. sejuk bacanya, Selamat hari Ibu

    ReplyDelete
  6. Untaian kata yang indah hanya untukmu Bunda, bikin tambah makjleb nih.
    selamat hari ibu

    ReplyDelete
  7. Puisi yang indah..
    Mengingatkan saya pada almarhum ibu saya...Al fatihah.

    ReplyDelete

Thanks for stopping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...