Friday, January 30, 2015

Puisi Januari


Aku berdiri pada Januari
saat hijau menjadi putih 
dan tetesan air menjelma salju
mencoba menuju padamu

Tapi Februari pun masih begitu
dingin dan beku
bisa saja langkahku jadi kaku

Dan, kau ada pada Desember

Mungkin pepohonan mulai bangun pada Maret
bebungaan akan mekar saat April
lalu udara menjadi lebih hangat saat Mei

Tapi, panjangnya siang pada Juni bisa membuatku letih
matahari Juli pun bisa jadi sangat pedih
semoga saja Agustus tidak menjadi lebih

Dan, kau adalah Desember

Mungkinkah kau bersedia berbalik arah 
lalu mengulang langkah
menyusuri indahnya langit November
melalui sejuknya angin Oktober
dan menantiku ketika dedaun mulai luruh pada September?

Aku adalah Januari
dan kau berdiri pada Desember
kita adalah perjalanan panjang
melewati hari-hari.

3 comments:

  1. keren puisi nya, melihat ke belakang dan menatap ke depan

    ReplyDelete
  2. keren.. semoga desember dan september dipersatukan.amin

    ReplyDelete

Thanks for stopping by ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...