Monday, July 27, 2015

Eid Story from Manchester

(Ayo ikutan #GiveAwayLebaran :)) 
Assalamu'alaikum... Selamat hari raya Aidul Fitri, mohon maaf lahir dan batin :)

Pertama kali berhari raya di perantauan, rasanya campur aduk. Senang, karena memang lebaran identik dengan kebahagiaan. Sedih juga, karena tidak bisa bersama dengan orangtua dan keluarga. Apalagi selama lebih kurang tiga mingguan ini saya sendirian di rumah karena para penghuni lainnya sudah pulang kampung ke Indonesia. Nggak kebayang aja nanti malam hari raya mau ngapain sendiri. Kan sedih...

Namun alhamdulillah, sesepuh grup WhatsApp "UK gura-gura :D" -mayoritas anggotanya adalah anak-anak Aceh yang masih single- punya usul bagus dan langsung disambut hangat anggota lainnya. Agar suasana hari raya lebih terasa seperti di gampong, ia mengusulkan agar kita berkumpul di rumah Bang Hayat/Kak Nanda, yang berada di kawasan Cheetham Hill, Manchester. Jadi idenya teman-teman yang tinggal di London, Birmingham, Leeds, dan kota-kota lain di UK akan datang sehari sebelumnya untuk sama-sama bantu memasak dan keperluan hari raya lainnya. Saya tentunya senang bukan kepalang. Saking senangnya, sejak seminggu sebelum hari raya saya sudah 'mengungsi' ke rumah mereka. Haha. Hanya pulang dua hari untuk ujian. Biasa, nggak enak aja belajar kalau bukan di tempat sendiri :)

Singkat cerita, tanggal 16 sore tiga orang pasukan dari London dan Birmingham pun tiba. Karena yang punya rumah dan saya sedang sibuk di dapur, menyiapkan menu untuk besok (walaupun saat itu di Indonesia udah takbiran, tapi di sini hari raya masih belum diumumkan), para tamu pun dipersilakan untuk segera ke dapur dan membantu apa yang perlu dibantu. Misalnya, merajang cabe ijo dan sayuran untuk sambal tauco :D

adek-adek yang rajin :D
Menjelang berbuka, tiga tamu tiba dari Leeds dan dua lagi dari the other part of Cheetham Hill. Inilah total personil peserta buka puasa bersama:


Kepastian hari raya baru ada setelah pihak Central Mosque menerbitkan pengumuman di website-nya menjelang Isya. Jadi sah, buka puasa bersama tersebut sekaligus menjadi yang terakhir tahun ini. Alhamdulillah... semoga kita disampaikan pada Ramadhan tahun depan, amin...

Sayangnya tidak ada gema takbir yang terdengar sebagaimana malam hari raya di Aceh. Hal ini juga menunjukkan dengan jelas bagaimana posisi Muslim di sini: minoritas (jangankan takbir, azan saja memakai indoor mic). Namun, alhamdulillah, toleransi di sini cukup baik. Muslim dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Makanya saya begitu terkejut dan sedih ketika mendengar musibah yang menimpa saudara kita di Papua :( 

Balik lagi ke Manchester. Karena jumlah masjid tidak dapat mengakomodasi seluruh jamaah dan tidak ada lapangan yang dapat digunakan, maka hampir seluruh masjid di sini mengadakan shalat 'id lebih dari satu kali. Masjid Khizra Cheetham Hill, contohnya, mengadakan shalat sebanyak tiga gelombang: pukul delapan, sembilan, dan sepuluh. Kami ikut jadwal yang pertengahan, yang paling aman :) Setelah mendengarkan ceramah yang sedikitpun tidak saya pahami (saya belum belajar bahasa Urdu), shalat dengan jumlah takbir yang agak berbeda dari yang biasa saya lakukan, dan mendengarkan khutbah rukun yang -alhamdulillah- dalam bahasa Arab, kami saling bermaafan dan mengambil jalan yang berbeda dari arah kami datang, pulang.

Kalau diingat-ingat, takbir yang saya dengar hanya beberapa kali yang diucapkan khatib saat khutbah. Tidak ada lantunan saling bersahutan dengan irama yang indah. Hampir tidak terasa.

Udah, gitu aja. Lebaran selesai, hehe.

Jika setelah shalat biasanya kita mengunjungi rumah tetangga dan handai taulan untuk bersilaturrahim, tidak demikian halnya dengan di sini. Tidak semua rumah bisa didatangi karena tidak semua keluarga siap untuk menerima tamu.  Tambahan pula lebaran kali ini jatuh pada hari Jumat yang notabene-nya adalah hari kerja. Jadi kita hanya datang jika diundang. Totalnya saya hanya mengunjungi dua rumah, termasuk rumah teman yang tidak sempat berjumpa ketika shalat karena mereka shalatnya di masjid kampus, berhubung harus ikut ujian setelahnya.

Hari kedua mulai ada sedikit perkembangan. Kami menghadiri acara open house yang diadakan oleh seorang WNI yang telah menjadi resident di UK. Rumahnya lumayan jauh dari markas sementara di Cheetham Hill. Lebih dari satu jam naik bus. Tapi demi makan-makan kami ikut juga, meski tidak kenal dengan yang punya rumah, haha. Alhamdulillah makanannya tidak mengecewakan :)

Pulang dari acara tersebut dimulailah Manchester Tour. Apalagi kalau bukan ke stadion. Yang pertama kami kunjuungi adalah Etihad Stadium. Markasnya Manchester City ini bisa dijangkau dengan bus (15 menit) atau tram (10 menit) dari Manchester City Centre, Piccadilly Garden. Selesai berfoto di sana-sini kami berbalik arah kembali ke Piccadilly Garden, untuk kemudian naik bus lagi ke Old Trafford. Itu kali pertama saya naik bus ke Old Trafford. Sebelumnya jalan kaki saja dari kampus MediaCityUK, berhubung stadionnya nampak dengan jelas dari ruang kuliah (oke, ini info tidak penting, abaikan). Agenda di sini pun sama: foto-foto. Berhubung saya bukan penggemar dua klub tersebut, saya tidak terlalu antusias. Hanya sebagai tuan rumah mengantar tamu, haha. Petualangan hari itu diakhiri dengan memesan menu takeaway dari rumah makan terdekat dan menikmatinya sambil nonton tivi.



Hari ketiga, lebaran selesai. Selesai menyantap Indomie untuk sarapan dan sate ayam waktu makan siang, seluruh tamu (termasuk saya) kembali ke rumah dan kota masing-masing. Liburan selesai. Saatnya kembali ke dunia nyata. Ada disertasi yang menunggu. Hehe.

Wassalamu'alaikum.

(Artikel ini diikutsertakan dalam#GiveAwayLebaran yang disponsori oleh Saqina.comMukena Katun Jepang Nanida, Benoa KreatiSandermDhofaro, dan Minikinizz)

10 comments:

  1. Saya saja sedih yang lebaran sendiri masih di negeri sendiri. Gimana rasanya kalau dinegeri orang yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di negeri sendiri suasana lebarannya masih terasa Mas :)

      Delete
  2. Tetap menyantap Indomie yak, hahaa

    ReplyDelete
  3. Seru sekaaliii bisa berlebsran di luar...hiks mupeng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whehe... insha Allah akan ada kesempatan Mbak. Terima kasih udah berkunjung :)

      Delete
  4. asyiknya, bisa lebaran di Inggris ˆ_ˆ

    terimakasih ya sudah ikutan #GiveAwayLebaran... sering-sering yaa mampir ke blogku :)

    -Dee-

    ReplyDelete
  5. serunya lebaran di UK..
    senang bisa nemu blog anak Aceh yang postgrad di Eropa, kemarin2 nyari blognya kak Ana Fitria gak ketemu (sekedar pengen baca cerita2 yang dialami ketika kuliah di negeri orang)..

    Salam kenal Kak Khaira, kebetulan kita punya beberapa mutual friends yg ada di foto.. Ijin ngikutin blognya, barangkali suatu saat saya bisa punya kesempatan menimba ilmu di luar negri, amiiinnn..
    P.S. : Saya berkaca-kaca baca postingan "Kekuatan Sepotong Doa" :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali Anna :)
      Wah... Alhamdulillah saya senang jika blog gado-gado ini bisa sedikit bermanfaat untuk orang lain. Btw, saya pas nulisnya jg sampe nangis kayaknya :)

      Delete

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...