Sunday, August 2, 2015

In Love with English Roses



Sejak dulu mawar (bukan nama samaran) adalah salah satu bunga favorit saya. Kalau ditanya kenapa saya juga tidak tahu. Ketika di Aceh cukup sering membeli bibitnya di nursery  untuk kemudian ditanam dan dirawat oleh Mak (iya, saya hobinya beli aja, yang rawat nanti sang mamak, haha). Halaman rumah dihiasi dengan rumpun mawar berbagai warna: merah gelap, merah terang, merah muda, putih, kuning, dan dulu sempat juga ada yang berwarna oranye dan campuran merah-putih. Jadi kalau Anda melihat foto mawar di blog ini yang saya post sebelum ke UK, semuanya berasal dari halaman rumah saya. Tapi tadi saya baru dapat kabar bahwa beberapa batang sudah berada di penghujung hayat mereka, termasuk baby rose dan mawar kuning. Mungkin mereka tidak tahan terhadap perubahan cuaca.

Nah, sejak tiba di UK musim gugur tahun lalu, bunga yang paling sering saya beli juga mawar. Kalau tidak salah saya pernah beli yang warna peachy, kuning, putih, dan krem. Tapi semua itu bunga potong jadi hanya bertahan paling lama sepuluh hari saja.

Saat musim semi tiba, tunas-tunas baru mulai tumbuh di batang-batang mawar yang tersebar di setiap pot, taman, bahkan pinggir jalan. Tak lama kemudian kuncup bunga muncul dan musim panas pun dihiasi oleh mawar yang beraneka warna. Iya, yang membuat saya jatuh hati pada English roses selain warnanya yang mejikuhibiniu adalah ukurannya yang luar biasa besar, tidak pernah saya lihat di Aceh.
gede kan...
Begitulah ceritanya. Jadi selama musim panas ini saya cukup menikmati jalan-jalan sendiri ke taman ataupun komplek perumahan untuk melihat bebungaan (dan mengabadikan fotonya, haha). Berikut ini di antara beberapa foto yang sebagiannya sudah saya crop dan compress:









Cantik-cantik kan bunganya... ^^

6 comments:

Thanks for calling at ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...