Wednesday, June 22, 2016

Azan sebagai Penarik Perhatian

Malam baru saja sedikit lewat pukul sembilan. Suasanya pun hening, karena kebanyakan masyarakat sedang berada di mesjid atau meunasah untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah. Sementara saya sedang mengaji setelah melakukan shalat tarawih sendiri di rumah.

Tiba-tiba terdengar suara azan dari meunasah gampong tetangga. Saya mengernyit heran. Telah lebih dari satu jam berlalu sejak masuknya waktu isya. Padahal meunasah itu juga mengadakan shalat tarawih berjamaah. Apa si muazzin salah lihat jam? Saya tidak terlalu ambil pusing dan melanjutkan bacaan sampai azan selesai dan mendengar si muazzin berteriak-teriak di pengeras suara.

Saya berhenti membaca dan memfokuskan pendengaran.
"Gampong Menara teumeutoooong... Lakee bantuaaaan..."
(Desa meunara kebakaran... mohon bantuan...)
Barulah saya tahu bahwa azan yang dikumandangkan sebelumnya bukanlah karena si muazzin salah lihat jam, namun bertujuan untuk menarik perhatian sebelum mengabarkan musibah. Segera saja jalan terdengar ramai dengan hingar bingar kendaraan dan suara orang-orang yang saling bersahutan. Masih dengan mukena, saya ikut keluar dan melihat langit di arah gampong meunara yang terlihat terang dengan sapuan cahaya kemerah-merahan. Jalan sedikit ke muka lorong, dari arah yang sama terlihat asap hitam membubung ke langit. Menandakan adanya api yang tidak sedikit.

Karena ramainya jalan dengan kendaraan dan orang-orang yang berjalan kaki ke arah gampong Meunara, saya jadi ingin ikut pergi. Untuk melihat pastinya, yang tentu saja tidak membantu mengecilkan api sedikitpun. Untungnya keinginan saya itu tidak terwujud karena tak lama kemudian terdengar sirene mobil pemadam kebakaran yang meraung-raung dan meskipun masih ingin menonton, pada akhirnya tidak jadi pergi.

Kembali ke judul. Banyak hal yang saya pelajari kembali di bulan Ramadhan ini. Hal-hal yang dulunya pernah saya ketahui dan pahami namun seiring waktu terlupakan begitu saja, terutama pengetahuan keislaman. Salah satunya tentang azan ini. Saya tidak tahu apakah ada syariat khusus tentang mengumandangkan azan ketika terjadi musibah. Dalam kasus semalam, karena keterbatasan pemahaman, saya menafsirkan bahwa azan yang dikumandangkan si muazzin di waktu yang tidak biasa -di luar masuknya waktu shalat- itu bertujuan untuk menarik perhatian warga sehingga lebih banyak yang mendengar pengumuman yang ia sampaikan setelahnya. Wallahu'alam.

Thursday, June 9, 2016

My Kind of Ramadhan Break

The first three days of this Ramadhan I was free of academic activities. This break I made myself useful by going to pull out the rice seedlings to be transplated into the whole field.

That's said, I've regained my long-lost experience a day ago, which is working in the paddy field! :) I call it long lost because it's been ages since the last time I played in the muddy floor of the newly ploughed field during planting season. I recall it was about fifteen years ago (?) when I was still in primary school that I used to tag along my relatives when they were working in the field during planting and harvesting.

In any way, the greenery decorated by bugs are just so captivating. Just look at how fresh these dew-washed grass-like leaves are!


The first day was not so hard as the sun kept hiding beneath the cloudy sky. However, on the second day it was burning as the sole ruler of the blue sky, leaving us baked to the flesh. Yet a good company did make difficult things easier, just like yesterday. The addition of two cousins helped us finish off on time so we can head home by the time Azan called. It was undoubtedly a very good alternative to spend some time. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...